#1 Kisah Bayi yang Dibuang: Mama oh Mama, Jemputlah Aku!

Foto Dok Balieditor.com: Bayi munggil yang dibuang ibunya kini kondisinya sehat

BALIEDITOR.COM – “Mama oh mama, jangan biarkan aku seperti ini! Mama oh mam, jemputlah aku. Aku tidak butuh emas dan permata, aku hanya butuh dekapanmu dan kasih sayangmu! Oh mama, dimanakah mama?” kira-kira ungkapan seperti itu yang saat ini sedang berkecamuk dalam sanubari sang bayi kecil ini.

Hingga hari ini belum ada kabar tentang siapa sesungguhnya sang ibu yang tega membuang bayinya di kawasan Jalan Parikesit, Kelurahan Banjar Tegal, Singaraja, Bali itu.

Berbagai upaya telah dilakukan Polsek Kota Singaraja untuk menemukan sang ibu bayi malang itu. Tapi tidak ada kabar sedikitpun tentang keberadaan wanita yang tega membuang darah dagingnya sendiri itu.

Dari kondisi bayi laki-laki yang kini dititip Poliklinik Polres Buleleng tampaknya bayi yang lahir dengan bobo 3,3 kg itu cukup sehat.

Melihat situasi itu dan melihat bayi montok tersebut, Polsek Kota Singaraja kini merubah strategi. Bukan lagi menggunakan law approachment alias pendekatan hukum tetapi kini Polsek Kota Singaraja menggunakan humanism approachment atau pendekatan humanis.

Ya, kini Kapolsek Kota Singaraja Kompol AA Wiranata Kusuma dan jajarannya lebih memilih melakukan pendekatan humanis untuk menuntaskan kasus itu. Polisi berharap ibu kandungnya segera mendatangi tempat bayi dirawat agar sang bayi mendapat perawatan semestinya terutama mendapatkan ASI dari ibu kandungnya.

Kapolsek Wiranata Kusuma mengatakan, polisi lebih condong melakukan pendekatan kemanusiaan untuk menangani kasus tersebut. Pasalnya, kata dia, pihaknya melihat beban psikologis cukup hebat pada diri si ibu saat membuang bayinya. Hal itu tercermin dari caranya membuang bayi sangat berhitung dengan kelangsungan hidup bayinya.

”Jika dilihat dari cara membuang bayi, diletakkan pada tempat yang dipastikan akan diambil pihak yang tepat yakni dekat tempat penitipan anak (TPA Lilahita,red). Dibungkus dengan selimut yang sangat baik dan dibekali uang sebesar Rp 200 ribu. Itu tandanya si pembuang sangat berat hati berpisah dengan bayinya. Hanya karena ada beban psikologis yang cukup kuat sehingga ia tega mengambil pilihan itu,” ujar Wiranata Kusuma seizin Kapolres Buleleng AKBP,Suratno,Senin (14/1/2019).

”Kami menghimbau kepada ibu kandung bayi itu segera mendatangi bayinya yang masih dalam pengawasan dan perawatan kami.Ini juga untuk menepis kabar yang menyebut bahwa bayi itu akan di adopsi,” himbau Kapolsek Wiranata Kusuma. (francelino xavier ximenes freitas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *