(1) Mengenal Jenis-Jenis Pohon yang Biasa Ditanam sebagai Pohon Peneduh Jalan

Foto Istimewa: Pohon Tanjung

Foto Istimewa: Pohon Tanjung

BALIEDITOR.COM – PEKAN ini sempat terjadi polemic tentang ditanamnya ‘Pohon Kamboja’ di sisi timur Jalan Diponegoro Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali. Dulu kawasan itu ditanami jenis ‘palem raja’, namun diganti (sedang dalam proses menanam) dengan ‘pohon kamboja’.

Berita mengganti pohon palem raja dengan pohon kamboja di sisi timur Jalan Diponegoro Singaraja itu sempat menjadi viral setelah dilansir Balieditor.com. Ada yang pro dan kontra.

Nah, untuk menetralisir perbedaan pandangan tentang jenis tanaman perindang atau peneduh jalan di kota, maka Balieditor.com akan menurunkan tulisan tentang jenis-jenis pohon yang biasa ditanam sebagai pohon peneduh jalan. Mudah-mudahan tulisan ini memberikan pengetahuan tambahan bagi semua pihak terutama pencinta tanaman (penata kota). Selamat menyimak.

TIDAK semua jenis pohon bisa ditanam sebagai pohon peneduh atau perindang jalan terutama di dalam kota di jalan-jalan protocol. Ada beberapa kriteria yang menjadi syarat satu jenis pohon bisa ditanam sebagai peneduh jalan.

Kriteria pohon peneduh atau perindang jalan antara lain dapat menyerap gas CO2 dan timbal secara lebih; dapat menghasilkan oksigen (perlu dicatat bahwa satu pohon bisa menjadi pabrik oksigen untuk 3 orang); tinggi pohon lebih dari 3 meter, namun tidak lebih dari 12 meter.

Di perumahan-perumahan saat ini, biasanya menyediakan halaman untuk area tanaman dengan lebar 3×3 meter, rimbun dengan kerapatan daun yang bisa menutupi sinar matahari, tajuk luas atau mampu menutupi area yang luas, perawatannya mudah, pertumbuhan agak cepat, namun tetap saja harus menunggu sekitar 3 tahun, daunnya tidak mudah rontok.

Rantingnya tidak mudah patah bila tertiup angin kencang, ranting atau cabang tidak berukuran terlalu besar, karena berbahaya bila tumbang dan menimpa orang yang berada di bawahnya atau genteng rumah, akar kuat menghujam ke dalam tanah sehingga pohon tidak mudah tumbang bila tertiup angin kencang, akar tidak timbul ke permukaan yang dapat merusak lantai dan tembok rumah atau trotoar, serbuk sarinya tidak bersifat alergi bagi penderita asma, dan disukai burung-burung.

Inilah sejumlah jenis pohon yang biasa dijadikan sebagai pohon peneduh baik di sepanjang jalan raya maupun di sekitar rumah:

1.POHON TANJUNG. Meskipun batangnya tidak terlalu besar dan terlalu tinggi, namun pohon ini sangat rindang dengan tajuk luas dan tumbuh secara simetris. Daunnya tidak mudah rontok, Rantingnya juga tidak terlalu besar dan tidak mudah patah. Pohon ini bisa mencapai tinggi 15 meter , meskipun sangat jarang ditemui.

2. KETAPANG KENCANA (Terminalia Mantaly). Pohon ini berasal dari Madagaskar. Pohon ini berwujud ramping, namun memiliki ranting membentang dan bertingkat sehingga tepat untuk dijadikan sebagai peneduh halaman. Ketapang Kencana mampu tumbuh dengan ketinggian mencapai 10 – 20 m dengan batang berdiri tegak dan rapi. Pohon ini juga memiliki ranting ramping yang tumbuh lurus. Daun-daun kecilnya juga subur bergerombol seperti membentuk payung sehingga bisa melindungi tanaman yang ada di bawahnya. Daun pohon ini berwarna hijau terang ketika berumur muda, dan akan tetap terlihat hijau meskipun tengah terjadi pergantian musim. Selain itu, pohon ini juga memiliki bunga berwarna kehijauan dan buah kecil berukuran sekitar 1,5 cm.

Foto Istimewa: Pohon Ketapang

Foto Istimewa: Pohon Ketapang

3. POHON BERINGIN. Pohon beringin mempunyaI filosofi kokoh kuat dan mengayomi. Beringin tidak tumbuh ke atas namun tumbuhnya melebar, mengembang dan terkadang kembali ke bawah menjuntai. Itulah mengapa sebabnya pohon beringin ini cocok dijadikan sebagai pohon peneduh. Tanaman beringin memiliki kemampuan sebagai tanaman konservasi mata air dan penguat lereng alami. Hal tersebut dapat dilihat dari struktur perakarannya yang dalam dan akar lateral yang mencengkeram tanah dengan baik. Beringin merupakan tanaman yang memiliki kemampuan hidup dan beradaptasi dengan bagus pada berbagai kondisi lingkungan. Beringin juga merupakan tanaman yang memiliki umur sangat tua, tanaman tersebut dapat hidup dalam waktu hingga ratusan tahun.

4. GLODOKAN TIANG (Polyalthia longifolia). Merupakan tumbuhan evergreen yang berasal dari India, umumnya ditanam karena keefektifannya dalam mengurangi polusi suara. Kenampakan pohon ini berupa piramida simetris dengan cabang seperti pendulum dan daun lanset dengan tepi bergelombang. Pohon ini dapat tumbuh hingga mencapai 30 kaki. Akar pada glodokan ini cukup menembus ke dalam, tidak dangkal, tetapi juga tidak menjalar dengan ekstensif yang bisa mengganggu struktur seperti trotoar, jalan dan bangunan di dekatnya. Sehingga selain terdapat di hutan kota, pohon ini biasa ditanam di sepanjang pinggiran jalan sebagai peneduh jalan. Habitat dari tanaman ini terdapat di Dataran rendah dengan tanah yang gembur.

5. POHON MANGGA. Pohon ini paling banyak ditanam di komplek perumahan karena dapat tumbuh dengan cepat, rimbun, buah bisa dimakan, akar ke dalam tanah, tidak merusak lantai dan tembok. Pohon ini umumnya mempunyai tinggi 4-10 meter karena ditanam dari cangkokan bukan dari biji. Sebenarnya pohon ini bisa tinggi 10-40 meter dengan lebar batang yang cukup besar. Pada saat pertumbuhan, perlu bagi anda untuk memangkas beberapa ranting karena pertumbuhan mereka tidak simetris dan perlu diatur. Beberapa jenis pohon mangga seperti harum manis memiliki sedikit ranting-ranting kecil (kurang rimbun), karena cabangnya sedikit namun tumbuh terus sehingga kadang pertumbuhan cabang melengkung dan turun ke bawah karena tidak kuat menahan beban, apalagi saat berbuah.
(francelino xavier ximenes freitas/berbagai sumber/bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *