(1) Pemohon Tak Puas, Beber Kejanggalan Proses Sidang Praperadilan Polres Buleleng

Foto Balieditor.com-frs: Pemohon Gus Adi di sidang putusan 8 September 2017

Foto Balieditor.com-frs: Pemohon Gus Adi di sidang putusan 8 September 2017

BALIEDITOR.COM – Proses sidang Praperadilan Perkara 2/Pid.Pra/2017/PN.Sgr dengan termohon Polres Buleleng dengan pemohon Gusti Putu Adi Kusuma Jaya, seorang wartawan, bukan saja dinodai oleh ulah premanisme sejumlah orang tak kenal yang memenuhi areal Pengadilan Negeri (PN) Singaraja yang sempat ajak pemohon dan para wartawan untuk berkelahi.

Foto Surat Panggilan GUs Adi

Tetapi proses sidang perkara tersebut pun, menurut pemohon Gus Adi –Gusti Putu Adi Kusuma Jaya, penuh dengan trik-trik dan kejanggalan.

Pemohon Gus Adi yang juga paraktisi hukum itu, tampaknya tak puas dan demi keadilan Gus Adi mencoba menelaah dan membeberkan kejanggalan itu versi pemohon. Ia pun mengirim press releasenya ke redaksi Balieditor.com. Berikut ini redaksi Balieditor.com menurunkan press release itu secara utuh dalam dua seri atau edisi:

Baca Juga:  Bangunan Posyandu "Bergoyang": Aneh, Hasil Kajian DPU Tak Aman, Tapi Komisi II Bilang Aman

Kejanggalan proses sidang Praperadilan perkara 2/Pid.Pra/2017/PN.Sgr;

1.Sidang pertama berlangsung pada tanggal 28 Agustus 2017 dan diputuskan oleh hakim pada tanggal 8 September 2017. Kejanggalannya adalah; berdasarkan pasal 82 ayat (1) huruf c KUHAP menyatakan “Pemeriksaan tersebut dilakukan secara cepat dan selambat-lambatnya tujuh hari Hakim harus menjatuhkan putusannya”.

Mari berhitung: tanggal 28 Agustus 2017 jatuh pada hari Senin dan hari efektif kerja sampai hari Jumat. Penanggalan terakhir bulan Agustus 2017 adalah tanggal 31 yang merupakan hari Kamis sehingga masih disebut hari kerja. Pada hari jumat jatuh pada tgl 1 September dan merupakan libur nasional peringatan Idul Adha. Sehingga dari tanggal 28 – 31 berjumlah 4 hari. GARIS BAWAHI 4 HARI sebagai jumlah hari pertama penanda 7 hari yang jadi batasan waktu praperadilan.

Fakta lain adalah; selama 4 hari tersebut, pihak Termohon yakni Polres Buleleng tidak pernah datang dan hakim tunggal tidak melanjutkan sidang pada tgl 29 s/d 31 Agustus.

Baca Juga:  Kubutambahan versus Bungkulan, Rebutan Tapall Batas

Sidang dilanjutkan pada tanggal 4 September 2017 yang jatuh pada hari Senin dengan agenda Jawaban Termohon yang kemudian ditunda akibat pihak Termohon belum siap dengan Jawaban. Kemudian berlanjut pada tanggal 5 September dengan agenda pembacaan Jawaban Termohon yang dianggap telah dibacakan.

Selanjutnya sidang dilanjutkan tanggal 6 dengan agenda Replik Pemohon. selanjutnya sidang tanggal 7 dengan agenda Duplik Termohon langsung agenda pemeriksaan alat bukti surat dan saksi. Hingga tanggal 8 dilanjutkan dengan Kesimpulan yang sidang dimulai sekitar jam 9.30 pagi.

Sidang kemudian mendadak di skors 1 jam sampai jam 11.00 hari yang sama dengan agenda putusan. Begitu cepat dipersiapkan putusannya sedangkan dalam agenda sidang sebelumnya disebut sidang pembacaan putusan berlangsung hari Senin tanggal 11 September 2017. (frs/bersambug)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *