(1) Putu Bagiada di HUT RI dalam Analisis versi Balieditor.com: Tokoh Berjiwa Negarawan dan Cinta Kedamaian

Foto Balieditor.com-frs: Putu Bagiada (setelan hitam dan dasi biru sebelah kiri Bupati Agus) foto bersama usai upacara bendera

BALIEDITOR.COM – Bupati Buleleng, Bali, periode2002-2012, DR Putu Bagiada, MM, pertama kali diundang hadir di Upacara Proklamasi Kemerdekaan RI tahun ini sejak ia mengakhiri masa jabatan keduanya 24 Juli 2012 lalu.

Kehadiran bupati Buleleng pertama di era reformasi itu menjadi perhatian semua orang. Apa arti kehadiran Bagiada di hari penting itu? Berikut analisis versi Balieditor.com.

TERNYATA langkahnya masih tegak dan gagah seperti dulu. Senyumnya pun terus merekah bagaimana bunga mawar yang mengembang di pagi hari. Bagiada tetap tampil gagah nan rapi dengan balutan jas dan dasi sebagai khasnya.

Ia pun berbincang-bincang dengan Balieditor.com yang memang dari awal terus memperhatikan gerak-geriknya. Mengawali perbincangan dengan Balieditor.com, analisis keuangan dan moneter papan atas era Presiden Soeharto itu pun berujar tentang alasan kehadirannya di upacara HUT Proklamasi Kemerdekaan RI 73 ini. Ia dengan suara mantap menyatakan, belajar bernegara dan jadi negarawan.

Saat menghadiri undangan kenegaraan peringatan Hari Kemerdekaan, ia mengaku terharu sekaligus bangga karena bisa hadir memenuhi undangan panitia. ”Karena diundang saya hadir, kalau tidak diundang terus saya hadir kan clingak clinguk saya di sini. Tapi, inilah yang sepatutnya dilakukan, siapapun pemimpin daerah dan negara, sebagai bentuk penghormatan kepada negara,” tandas Bagiada, Jumat (17/8/2018) usai upacara peringatan detik-detik kemerdekaan dan pengibaran bendera Merah Putih di Taman Kota Jalan Ngurah Rai Singaraja.

Ditegaskan Bagiada, pelaksanaan upacara peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia merupakan ajang, wahana untuk membangkitkan jiwa patriotisme dan nasionalisme segenap insan bangsa, termasuk warga masyarakat dan pejabat pemerintahan di daerah.

”Marilah belajar bernegara dan jadi negarawan, karena siapapun dan sekecil apapun, pasti pernah berbuat untuk pembangunan bangsa dan negara ini. Seperti pesan Bung Karno, putra sang fajar, the founding father bangsa ini, jangan sekali-kali melupakan sejarah,” tandasnya.

Kehadirannya di momentum penting nasional itu ingin menunjukkan jiwa kenegarawan, pemimpin sejati dan sebagai tokoh bangsa sejati kepada semua pihak agar menjadi contoh bagi para politisi dan pemimpin Buleleng.

“Saya ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa saya pernah memimpin Buleleng dan saya seorang negarawan dan cinta perdamaian,” tegas Bagiada sedikit serius.

Kata dia, selama ini pemimpin bangsa baik di pusat hingga daerah jiwa dan perilakunya sudah jauh dari jiwa negarawan yang layak dihormati. “Makanya saya ingin tunjukan bahwa saya negarawan makanya saya datang ke acara penting,” tandasnya.

Bupati Buleleng dua periode hingga tahun 2012 ini berharap untuk ke depannya, panitia juga mengundang pihak puri, sebagai satu kesatuan utuh pemerintahan. (francelino xavier ximenes freitas/bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *