(1) Seminar Kewirausahaan, Demer: “Desa Menarik Karena Banyak Potensi Menarik”

Foto Balieditor.com: Gde Sumarjaya Linggih di arena seminar kewirausahaan di Gedung Laksama Graha

BALIEDITOR.COM – Salah satu mata acara Musda II DPD LPM Buleleng, Bali, di Gedung Wanita Laksmai Graha, Singaraja, Senin (13/8/2018) ada;ah seminar. Seminar itu bertajuk “Seminar Kewirausahaan”.

Sejumlah narasumber ternama dihadirkan seperti anggota DPR RI Gde Sumarjaya Linggih, SE, M.AP, serta juga dari Bank BNI 46.

Anggota Fraksi Golkar DPR RI yang sudah tidak periode berkarier di Senayan, Jakarta itu membawakan materi berjudul Desa Wisata. Sumarjaya Linggih yang akrab disapa Demer itu menyatakan bahwa di era deglobalisasi ini pengembangan pariwisata sebaiknya difokuskan di desa.

“Kenapa di desa itu sekarang menarik? Karena banyak yang unik di desa. Berbeda dengan dulu. Dulu globalisasi itu semuanya harus berasa internnasional, tetapi sekarang tetap kontennya local, rasa local tetapi global prinsip, disajikan bersih, dihiar, ah itu,” jelas Demer.

Kenapa di desa menarik wisatanya? Karena desa memiliki potensi luar biasa yang belum dikembangkan. “Karena di desa banyak sekali potensinya. Di dalam suatu desa itu satu ada yang namanya alam. Kita punya alam yang sanat berbeda dengan internasional. Apanya besa? Buahnya berbeda, pohonnya berbeda, bentukanya berbeda dan semuanya karena kita di tropis,” urai Demer lagi.

“Yang kedua apa? Atraksinya. Tiap desa mempunyai atraksi masing-masing. Yang lainnya, di setiap desa di Bali, kita punya pura. Kalau saya lihat tiap desa punya tidak kurang dari tujuh pura, yang bisa diceritakan dalam sehari bagaimana pura itu terbentuk. Ini sangat unik,” papar Demer panjang lebar.

Selain kedua potensi yang disebutkan di atas, Demer menyebut bahwa potensi ketiga di desa dalah kerajinan. “Banyak potensi di desa. Hanya saja selama ini belum banyak yang tereksploitasi,” tegasnya.

Ia pun menyampaikan sejumlah factor potensi-potensi desa tersebut belum dieksploitasi. Salah satunya mahal dalam hal marketing dan promosi. “Dulu misalnya mau cetak brosur mahal, iklan dikoran mahal, dan jangkauannya terbatas. Tetapi sekarang online semua. Sekarang semua di-upload media online di Antartika sana sudah tahu, dan murah di media online,” paparnya.

Maka itu, kata politisi senior Partai Golkar asal Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Bali, untuk mengembangkan potensi pariwsata di desa itu dibentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

“Kita jangan hanya mengeluh bahwa lahan pertanian kita akan menurun. Ya, karena kita sudah mulai banyak orang, mau tidak mau, suka tidak suka lahan pertanian kita akan menurun. Maka itu kita juga harus berani mengembangkan potensi-potensi lain, sumber daya manusia kita harus kita kembangkan,” tegas Demer lagi. (francelino xavier ximenes freitas/bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *