(2-Habis) Ketika Putu Bagiada Masih Mempesona: Dilamar Masyarakat, Pintu Grya Celuk Buluh Terbuka Lebar

Foto Balieditor.com-frs: DR Putu Bagiada, MM

Foto Balieditor.com-frs: DR Putu Bagiada, MM

BALIEDITOR.COM – SIAPAPUN di Bali harus mengakui kehebatan Bupati Buleleng periode 2002-2012, DR Putu Bagiada, MM.

Dari otak briliannya, Buleleng terutama Kota Singaraja yang hangus terbakar rata dengan tanah akibat amukan massa PDIP 20-21 Oktober 1999 akibat kekalahan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dalam pemilihan presiden saat Sidang Umum MPR RI, bisa dibangun kembali menjadi Kota Metropolitan di Bali Utara.

Hebatnya lagi, pembangunan perkantoran pemerintah yang semuanya berlantai dua (sebelumnya tidak ada kantor pemerintah di Buleleng yang berlantai dua) hanya dalam waktu satu tahun.

Prestasi inilah yang membuat masyarakat Bali terkepincut kepada mantan bankir ini. Masyarakat dari seluruh penjuru Bali meminta Bagiada agar mau maju dalam perebutan kursi Bali Satu. Dukungan dan permintaan masyarakat Bali itu sudah gencar sejak beberapa bulan lalu. Namun Bagiada yang menyadari posisi sebagai mantan Napi, tidak merespon keinginan masyarakat melaui surat itu.

Baca Juga:  Politik: Gerindra Lantik PAC dan Ranting se-Kabupaten Buleleng

“Saya selama ini lebih banyak berkebun. Selama ini sudah banyak dukungan masyarakat melalui surat datang ke saya. Surat-surat itu bermeterai semua dan dilampiri fotocopy KTP. Saya taruh saja di dalam,” cerita Bagiada dengan gaya khasnya sambil tertawa lepas.

Karena aliran dukungan masyarakat kian deras, Bagiada pun tidak bisa mengabaikan aspirasi masyarakat. Sebagai tokoh dan negarawan, Bagiada merespon aspirasi itu. Ia menyatakan siap maju dalam Pilgub Bali 2018, asalkan masyarakat benar-benar memberikan garansi bahwa mereka serius memenangkan dirinya di pesta demokrasi masyarakat Bali mendatang.

Baca Juga:  Ruang Caleg Demokrat: Putu Mardika, Mantan Ketua FPDIP Siap Lawan Bansos dengan Program

Hanya saja, langkah mantan petinggi Bank BNI untuk maju dalam proses Pilgub Bali 2018 ada sedikit kerikil. Krikil itu dari keluarga sendiri yang konon trauma dengan politik pasca Bagiada terjebak dalam proses hukum.
Sikap keluarga itu, kata Bagiada, bakal luntur dan mengizinkan dirinya bermain politik lagi asalkan masyarakat yang meminta dirinya itu benar-benar serius. “Kalau masyarakat serius dan benar-benar membuktikan dukungan itu secara nyata, maka keluarga saya pasti mau dan dukung,” ujar Bagiada. Semoga! (francelino xavier ximenes freitas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *