(2-Habis) Mengurai Gurita Aksi Akrobatik KPU Bali, Tirtawan: “Kalau KPU Bali Inginkan Saya Pensiun, Ya Saya Tunduk kepada KPU Bali”

Foto Dok Balieditor.com: Nyoman Tirtawan, Caleg NasDem untuk DPRD Bali

BALIEDITOR.COM – KENDATI rivalnya KPU Bali mulai bermain acrobat tidak bermutu untuk menghabisi karir politiknya di Renon, namun sang pahlawan Rp 98 miliar dana Pilgub Bali, Nyoman Tirtawan, hanya ketawa-ketawan saja.

Karena permainan kekanak-kanakan KPU Bali itu sudah terbaca jauh sebelumnya setelah dirinya memangkas Rp 98 miliar dana Pilgub Bali 2018 awal tahun ini. Karena memang sudah ada kasak-kusuk di internal komisioner KPU Bali untuk menjegal Tirtawan.

Hanya saja mereka tidak langsung menyerang Tirtawan karena dia taat aturan dalam melengkapi persyaratan caleg. Maka, KPU Bali mencari celah melalui kawan-kawan caleg Tirtawan seperti memainkan kuota perempuan.

Dikonfirmasi Balieditor.com Sabtu (11/8/2018) petang di Singaraja, Tirtawan malah tertawa. Karena menurut dia, aksi akrobatik KPU itu lucu ala sinetron di TV. Ia menyatakan bahwa karena ia bersama kader-kader NasDem taat hukum maka untuk menentukan siapa yang benar dan siapa yang salah, pihaknya menempuh jalur hukum yakni menggugat ke Bawaslu Bali.

Vokalis Renon ini yakni dan percaya sama karma bahwa NasDem akan memenangkan gugatan di Bawaslu Bali dan KPU Bali akan rontok. Rencananya Senin (13/8/2018) akan disidangkan di Bawaslu.

Namun apapun hasilnya bagi Tirtawan tidaklah masalah. Karena ia memang memuali kariri politik dari bawah dan telah melewati berbagai masalah dan tantangan.

Tirtawan secara gentle menyatakan bahwa dirinya akan tunduk kepada KPU Bali jika memang KPU Bali benar dan on track dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya sebagai penyelenggara pesta demokrasi di Pulau Dewata ini. Tetapi bila tidak maka dia pun siap melawan KPU Bali sampai mendapatkan keadilan sebagai warga negara yang hak politiknya dilindungi UU.

“Kalau KPU Bali menginginkan saya harus pensiun, ya saya tunduk kepada KPU Bali sebagai lembaga penyelenggara pesta demokrasi,” ujar Tirtawan santai.

“Yang penting public Bali tahu dan jadi saksi uang rakyat Bali Rp 98 miliar dari dana Pilgub Bali 2018 yang dimark-up KPU Bali bisa diselamatkan. Uang itu dipakai untuk RS Kanker. Dan penyelamatan uang rakyat itu, tidak terlepas dari kepekaan Bapak Gubernur Bali Made Mangku Pastika,” paparnya. “Semuanya kembali kepada karma kita masing-masing,” tambahnya lagi.

Tirtawan dengan santai menyatakan bahwa ia akan lebih focus pada sisa masa jabatan sebagai legislator di Renon untuk melayani masyarakat Bali dengan sebaik-baiknya. “Saya akan berusaha dan focus pada sisa masa jabatan saya ini dengan melaksanakan tugas dan tanggungjawab saya dengan sebaik-baiknya. Apapun yang terjadi, saya harus tetap melaksanakan tugas saya dengan baik hingga akhir masa jabatan nanti,” papar Tirtawan.

Ketua Bawaslu Bali Ketut Ariani belum bisa berkomentar banyak karena masih izin karena ada acara keluarga yang tidak bisa ditinggalkan. (francelino xavier ximenes freitas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *