#2 Kisah Bayi yang Dibuang: Diramal Bawa Berkah, Kapolsek Minta Bayi Diberi Nama Parikesit

Foto Balieditor.com-frs: Kapolsek Kota Singaraja, Kompol AA Wiranata Kusuma, SH, MM

BALIEDITOR.COM – BAGI pegiat dan penikmat sejarah terutama sejarah bernuansa religious, maka setiap terjadi peristiwa selalu diberi makna tersendiri. Apalagi peristiwa tersebut terjadi di suatu tempat yang berbau nama-nama tokoh besar.

Nah, seperti itu pulalah yang terjadi pada si bayi laki-laki yang dibuang ibunya Rabu (9/1/2019) di Jalan Parikesit, Kelurahan Banjar Tegal, Singaraja, Bali. Parikesit sendiri adalah nama tokoh besar dalam kisah Mahabharata. Sehingga tidak berlebihan bila ditemukannya bayi laki-laki itu di Jalan Parikesit menimbulkan sejumlah interpretasi historis.

Salah satu tokoh Buleleng yang mengaitkan bayi itu dengan nama Parikesit adalah Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Anak Agung Wiranata Kusuma, SH, MM. Perwira menengah Polri dengan melati satu di pundak itu berpandangan bahwa ditemukannya bayi mungil di Jalan Parikesit bukanlah sebuah kebetulan belaka tetapi ada tuntunan ilahi yang memberikan signal ilahi kepada manusia.

Bagi Wiranata Kusuma, ditemukannya bayi mungil di Jalan Parikesit ada sebuah pesan ilahi nan spiritual yang hendak disampaikan melalui bayi itu. Hanya saja, tidak semua pihak bisa membaca tanda-tanda spiritual itu . Hanya orang-orang beriman yang bisa menangkap dan membaca tanda-tanda ilahi tersebut.

“Kenapa bayi itu harus dibuang dan ditemukan di Jalan Parikesit? Pasti ada hubungan dengan nama kebesaran raja Parikesit dalam kisah Mahabharata,” ujar Wiranata Kusuma dalam bincang-bincang dengan Balieditor.com di ruang kerjanya, Senin (14/1/2019) siang.

Menurut terawangannya, bayi laki-laki itu sesuai dengan tempat ia dibuang dan ditemukan yakni Jalan Parikesit, maka bayi itu membawa berkah dan keberuntungan bagi siapa saja yang akan mengadopsinya. Bahkan bayi ini bakal menjadi tokoh besar di Bali Utara kelak sudah dewasa nanti.

Maka itu, Wiranata Kusuma yang juga tokoh Puri Tukamungga, Singaraja itu menyarankan agar siapapun yang mengadopsi bayi tersebut harus diberi nama PARIKESIT.

Karena, kata dia, setelah didalami peristiwa penemuan bayi ini, maka kisahnya hampir sama dengan kisah Prabhu Parikesit. Nasib bayi ini mirip-mirip dengan kisah Prabhu Parikesit yang putra Abimanyu dan cucu Arjuna itu, yang sudah menderita sejak kecil bahkan sejak dalam kandungan ibundanya. Pun demikian, Parikesit tetap lahir dan menjadi raja besar.

(Mohon Maaf) Dalam kisah Mahabharata, Parikesit terbunuh dalam kandungan ibundanya Utari oleh anak panah Aswatama dalam pertempuran besar Baratayuda di daratan Kurukshetra. Namun atas pertolongan dari Kresna, Parikesit dihidupkan. Aswatama kemudian dikutuk agar mengembara di dunia selamanya.

Nah, Resi Dhomya menyampaikan ramalannya kepada Yudistira setelah Parikesit lahir bahwa ia akan menjadi pemuja setia Dewa Wisnu, dan semenjak ia diselamatkan oleh Bathara Kresna, ia akan dikenal sebagai Vishnurata (Orang yang selalu dilindungi oleh Sang Dewa).

Resi Dhomya juga meramalkan bahwa Parikesit akan selamanya mencurahkan kebajikan, ajaran agama dan kebenaran, dan akan menjadi pemimpin yang bijaksana, tepatnya seperti Ikswaku dan Rama dari Ayodhya. Ia akan menjadi ksatria panutan seperti Arjuna, yaitu kakeknya sendiri, dan akan membawa kemasyhuran bagi keluarganya.

Apakah bayi ini merupakan “reinkarnasi” Prabhu Parikesit zaman now? Entahlah! Semuanya kembali pada keyakinan masing-masing, karena mengkorelasikan suatu peristiwa dengan nama lokasi yang menggunakan nama tokoh besar hanyalah semua analisis subyektif. Tetapi tidaklah keliru pula kalau pandangan-pandangan seperti itu juga diakomodir sebagai tanda-tanda zaman.

Yang pasti, saran Kapolsek Kota Singaraja Kompol Anak Agung Wiranata Kusuma bahwa siapapun yang akan mengadopsi bayi ini harus diberi nama Parikesit. Selain pandangan spiritualis di atas, alasan lain sangat sederhana yakni biar tetap diingat bahwa bayi itu dibuang ibunya dan ditemukan orang di Jalan Parikesit, Kelurahan Banjar Tegal, Singaraja. Bagi ibunya…ayo datang ambillah bayi…semua orang tahu, anda sangat sayang pada bayimu yang lucu ini. Semoga! (francelino xavier ximenes freitas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *