Wakil Ketua DPRD Buleleng Adi Kembali Soroti Narkoba

Foto Balieditor.com-ngr: Wakil Ketua DPRD Buleleng Adi Purnawijaya memberikan keterangan pers

BALIEDITOR.COM – Wakil Ketua DPRD Buleleng, Bali, Made Adi Purnawijaya, kembali menyoroti masalah Narkoba di Bali khususnya Buleleng.

Menurut Adi Purnawijaya yang hadir dalam kegiatan itu mengaku, akan mengupayakan untuk melakukan koordinasi dengan Pemkab Buleleng, untuk memfasilitasi apa yang menjadi kebutuhan dari BNNK Buleleng.

“Kami sudah minta Pemkab mendukung segala kegiatan BNNK, termasuk juga untuk pembiayaan di ABPD. Tapi kedepan, kami juga akan upayakan hal ini di Perda, sehingga kinerja BNNK bisa lebih maksimal nantinya,” ujar Adi Purnawijaya.

Untuk diketahui berdasarkan data BNNP Bali menyebutkan, untuk di tahun 2018 ada sebanyak 31.178 orang dilingkungan pekerja dan sebanyak 355 di lingkungan pelajar merupakan pecandu narkoba. Dimana Bali menempati ranking 9 dan 13 ranking prevalensi dari 13 provinsi di Indonesia yang diteliti oleh Puslidatin BNN Bersama Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan LIPI.

Melihat kondisi itu, Adi mengaku prihatin. Sebab, Buleleng masih dikatakan darurat narkoba. Untuk itu Adi berharap, agar BNNK Buleleng melakukan sidak secara terstruktur ke seluruh instansi pemerintah di Buleleng untuk melakukan test urine ke seluruh pegawai pemerintahan.

“Sementara ini kasus narkoba di Buleleng meningkat, saya harap Buleleng nantinya bisa bersih dari narkoba,” pungkas Adi Purnawijaya.

Kasus narkoba di Kabupaten Buleleng memang terbilang besar. Melalui pararem yang dibuat oleh masing-masing Desa Pakraman di Buleleng untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba, diyakini dapat memberikan efek jera bagi pelaku narkoba, sehingga dapat menekan kasus narkoba di Buleleng dan Bali pada umumnya.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali, Brigjen Pol Putu Gede Suastawa, pada Selasa (9/4/2019) usai menjadi narasumber dalam Sosialisasi Program rehabilitasi dan Pasca rehabilitasi dengan tema Peningkatan Kualitas Pemulihan Klien Melalui Program Rehabilitasi dan Pasca Rehabilitasi Tahun 2019 Di Kabupaten Buleleng, yang dihadiri 25 orang peserta dari pihak rumah sakit, puskesmas serta yayasan-yayasan yang berkecimpung di bidang rehabilitasi.

Brigjen Pol Suastawa mengatakan, pembuatan pararem pemberantasan narkoba oleh masing-masing Desa Pakraman merupakan amanat Undang-undang tentang narkotika dan Perda No. 7 tahun 2017. Untuk di Buleleng, lanjut kata Suastawa, dari BNNK Buleleng mencanangkan pada bulan Mei 2019 nanti akan ada 35 desa yang memiliki pararem tentang narkoba.

Selain Buleleng, saat ini di Gianyar ada 16 desa yang memiliki pararem narkoba, kemudian Badung ada 1 desa, Denpasar ada 2 desa, Klungkung ada 1 desa. “Ini kan bertahap. Nanti kalau sudah ada 35 desa yang memiliki pararem, maka Buleleng adalah yang paling banyak,” kata Suastawa, didampingi Kepala BNNK Buleleng, AKBP. Gede Astawa.

Selain melalui pararem, upaya untuk menekan kasus narkoba dilakukan dengan merehabilitasi para pengguna narkoba. Khusus di Buleleng, hingga April ini sudah ada 27 pengguna narkoba direhabilitasi, sedangkan untuk seluruh wilayah Bali mencapai sekitar 60 orang lebih. Diharapkan, peran dari petugas rehabilitasi baik rumah sakit, puskesmas berkomunikasi dengan klien pecandu narkoba agar menjalani rehabilitasi.

“Kami mengoptimalisasikan program rehabilitasi dan pasca rehabilitasi yang diselenggarakan oleh institusi penerima wajib lapor (IPWL) di Buleleng, agar memberikan informasi ke  masyarakat untuk memanfaatkan layanan IPWL  dalam memulihkan korban pecandu narkoba,” jelas Suastawa.

Hanya untuk menjalankan upaya itu, masih terkendala oleh kesediaan orang tersebut untuk menjalani rehabilitasi. Selain itu, fasilitas baik itu sarana dan prasarana masih belum memadai, khususnya di Buleleng. Bahkan, setiap rumah sakit terdapat ruang adiksi yang khusus untuk menangani rehabilitasi narkoba, namun kapasitas dari ruangan itu masih belum memadai. (ngr/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *