(3) Kebudayaan: Kadisbud Tastra, “Tiga Alasan Kenapa Buleleng Harus Bangun Museum”

Foto Balieditor.com-frs: Kadisbud Buleleng Putu Tastra Wijaya saat memberikan keterangan pers di ruang kerjanya

Foto Balieditor.com-frs: Kadisbud Buleleng Putu Tastra Wijaya saat memberikan keterangan pers di ruang kerjanya

BALIEDITOR.COM – Bagaimana langkah konservasi? Kadisbud Kabupaten Buleleng, Bali, Putu Tastra Wijaya menjelaskan bahwa beberapa kegiatan konservasi yang dilakukan untuk menyelamatkan fisik lontar dari kerusakan dan kehancuran adalah sebagai berikut:

Pemeliharaan Lontar Membersihkan noda/kotoran, lontar hendaknya selalu dibersihkan agar terhindar dari debu dan kotor. Pembersihan pada lontar dapat dilakukan dengan menggunakan minyak tanah yang dicampur serbuk arang kemiri dioleskan dengan bantuan kapas. Lontar juga dapat dibersihkan dengan menggunakan larurtan ethly alkohol. Bahan kimia ini cukup baik dan tidak akan merusak tulisan dan aman untuk lontar. Untuk dapat melaksanakan kegiatan tersebut kami UPTD Gedong Kirtya membutuhkan dana pembelian bahan pembersih. Salah satu cara yang paling penting untuk mencegah kerusakan manuskrip lontar adalah dengan melakukan penyimpanan yang benar.

Baca Juga:  Even Budaya Sebagai Pembentukan Karakter Masyarakat

Lontar dapat disimpan dalam kotak-kotak kayu atau keropak Di dalam keropak tersebut sebaiknya diletakkan silica gell untuk menjaga agar kelembaban tempat penyimpanan selalu kering. Manuskrip lontar yang sudah tua sebaiknya disimpan disimpan dalam kotak terpisah.

Agar lontar tidak berubah bentuk dilakukan dengan cara mengikat dengan tali pada bagian tengah lalu dijepit menggunakan kayu dengan ukuran yang lebih tebal dari lontar Lontar-lontar yang UPTD Gedong Kirtya terima dari masyarakat tersebut ditempatkan / disimpan di Ruang Perpustakaan (Ruang 1)Upaya penyelamatan manuskrip khususnya manuskrip lontar merupakan hal yang sangat penting. Mengingat peninggalan tersebut merupakan benda yang sangat bernilai karena isinya begitu bermanfaat dan sangat berperan terhadap pengembangan kebudayaan nasional.

Baca Juga:  Parlementaria: Mangku Budiasa Soroti Pemuktahiran Data Kemiskinan

“Oleh sebab itu perlunya kesadaran dari masyarakat (pemilik naskah), lembaga pemerintah seperti perpustakaan dan museum akan upaya konservasi manuskrip lontar agar manuskrip lontar selamat dari kepunahan, karena usia manuskrip yang cukup tua dan tidak akan bertahan lama apabila tidak dilakukan upaya konservasinya,” papar Kadisbud Tastra.

Tastra memaparkan bahwa kurangnya pemahaman dari masyarakat akan pentingnya melestarikan khasanah budaya bangsa, menjadi masalah karena ketidaktahuan masyarakat bagaimana mengkonservasi lontar, sarana dan prasarana yang minim dana serta yang minim bagi kegiatan konservasi lontar. (francelino Xavier ximenes freitas/bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *