(3) Mereview Program Pembangunan Bupati Buleleng 2002-2012, Putu Bagiada: Wujudkan Kota Pendidikan, Buka Akademi Penerbangan di Sumberkima

Foto Dok Balieditor.com: Bupati Putu Bagiada (tengah) di BIFA

BALIEDITOR.COM – KONSEP Buleleng sebagai kabupaten pendidikan di Bali terutama dengan Kota Singaraja sebagai pusat pendidikan di Bali Utara, pun direalisasikan Bupati Buleleng periode 2002-2012, DR Putu Bagiada, MM.

Sejumlah sarana pendidikan dibangun dari Kota Singaraja hingga pelosok desa. Di Kota Singaraja dibangun sejumlah lokasi sebagai taman pendidikan. Di taman itu disediakan WIFI gratis bagi masyarakat terutama para pelajar dan mahasiswa untuk mengakses internet. Dimana pun warga Kota Singaraja bersantai disitu langsung ada jaringan internet. Sehingga mempermudah para pelajar dan mahasiswa belajar terutama mengerjaan tugas-tugas sekolah dan kampusnya. Seperti di Taman Kota Singaraja.

“Membangun sarana pendidikan melalui bantuan langsung Bank Dunia, tanpa pinjaman. Growth pembangunan ekonomi melampaui Bali, hampir 6 persen. Malah menjadi keheranan tingkat pengamat pembangunan. Kenapa Buleleng tidak ada dana, tak mempunyai kemampuan kekuatan keuangan bisa membangun, kemiskinan menurun dan pendidikan semakin bagus,” jelas Putu Bagiada.

Yang sangat penting adalah pemerintahan Buleleng di bawah kepemimpinan Putu Bagiada mampu menciptakan iklim yang kondusif bagi pembangunan dunia pendidikan. Sejumlah lembaga pendidikan tinggi tumbuh di Kota Singaraja termasuk Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja dan masih banyak lembaga pendidikan lainnya.

Kehadiran lembaga pendidikan tinggi seperti Undiksha memberikan kontribusi ekonomi luar biasa bagi pembangunan ekonomi di Buleleng. Dengan memiliki puluhan ribu mahasiswa, dengan sendirinya membutuhkan tempat tinggal seperti kos-kosan, laundry, fotocopian, usaha internet.

Selain itu jelas kebutuhan akan konsumsi pun sangat tinggi sehingga tumbuh warung-warung kecil yang dibangun masyarakat dengan modal kecil, rumah-rumah makan dan restoran.

Geliatan ekonomi di Kota Singaraja tidak terlepas dari keberadaan puluhan ribu pelajar dan mahasiswa yang menimbang ilmu di Kota Singaraja.

Bukan hanya itu, perhatian dan kepedulian Bupati Bagiada terhadap eksistensi Pramuka di Buleleng pun patut diacungi jempol. Bagiada membangun Gedung Pramuka cukup menteren dengan bangunan berlantai dua di Jalan Pramuka. Inilah satu-satu gedung Pramuka termegah di Bali.

Untuk memperkuat sebutan Kota Pendidikan, Putu Bagiada pun memberikan kesempatan kepada lembaga pendidikan lainnya untuk mendirikan institusi pendidikan di luar Kota Singaraja. Seperti BIFA (Bali International Flight Academy) yakni sekolah penerbangan terbaik yang berlokasi di Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, dengan memanfaatkan Bandara Letkol Wisnu sebagai tempat pelatihan penerbangan bagi mahasiswanya.

“Kita harus bangga karena BIFA itu adalah sekolah penerbangan terbaik di Indonesia. Dan Buleleng merupakan satu-satu kabupaten yang memiliki sekolah penerbangan atau sekolah pilot. Mahasiswa juga dari Australia dan Negara lainnya,” papar Bagiada.

Program Buleleng Kota Pendidikan ternyata mendapat sambutan dari instansi lain seperti TNI dan Polri. Di Buleleng didirikan Sekolah Calon Tamtama (SECATA) Rindam IX/Udayana, Lembaga Pendidikan Tempur TNI-AD (Dodiklat) di Pulaki. Sementara Polri juga membangun SPN (Sekolah Polisi Negara) yang dipusatkan di SKIP.

Pemerintah Provinsi Bali di bawah Gubernur Made Mangku Pastika pun peka terhadap program-program yang dibuat Bupati Putu Bagiada selama berkuasa 10 tahun di Buleleng. Wujudnya membangun SMAN Bali Mandara dan SMKN Bali Mandara di Kubutambahan sebagai milik Pemprov Bali. Kini Mangku Pasti juga mendirikan SMA Taruna Mandara di Kaliasem, kawasan pariwisata Lovina.

Dengan demikian klop-lah program Bagiada menjadikan Buleleng sebagai pusat pendidikan di Bali dengan sebutan Kota Pendidikan. (francelino xavier ximenes freitas/bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *