(4) Apa Kabar Pilgub? Otak-Atik Kandidat Gubernur Bali versi Balieditor.com

Foto Dok Balieditor.com: DBM Suharya saat simakrama dengan masyarakat di Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng tanggal 3 Maret 2017 lalu

Foto Dok Balieditor.com: DBM Suharya saat simakrama dengan masyarakat di Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng tanggal 3 Maret 2017 lalu

BALIEDITOR.COM – PESTA demokrasi masyarakat Bali, Pilgub 2018 bakal lebih seru lagi. Kali ini pasangan kandidat gubernur/wagub dari jalur independen pun bakal meramaikan gawe politik di Bumi Ribu Pura ini.

Brigjenpol (Purn) Drs Dewa Bagus Made Suharya, SH, Sang Kandidat Gubernur Independen

Tampaknya, sikap nekat politisi Dewa Nyoman Sukrawan yang berani menantang arus di induk partainya PDIP dan maju sebagai kandidat bupati Buleleng pada Pilkada Bulelneg 2017 lalu menantang sang petahana Putu Agus Suradnyana yang diusung PDIP, menjadi aspirasi dan pemicu semangat Brigjenpol (Purn) Drs Dewa Bagus Made Suharya, SH, untuk maju sebagai kandidat independen pada Pilgub Bali 2018 mendatang.

Mantan Kapolres Suai (Covalima) Timor Timur, kini menjadi Republik Demokratik Timor Leste, itu ternyata serius melalui jalur inddependen. Sebagai bukti, perwira tinggi kelahiran Denpasar 6 Agustus 1957 itu sudah bergerilya ke desa-desa di seluruh Bali.

Bahkan mantan Kapoltabes Denpasar, Bali, itu mengaku sudah menyentuh hamper seluruh kabupaten dan kota di Pulau Dewata ini. “Sudah semua kabupaten/kota di Bali saya masuk, dan Buleleng yang terakhir saya masuk,” cerita DBM Suharya kepada Balieditor.com saat melakukan simakrama dengan masyarakat di Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng, 3 Maret 2017 lalu.

Ia sudah melalui simakrama ke seluruh pelosok desa di Pulau Bali. “Dari simakrama dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan semua elemen masyarakat, pada intinya mereka mendukung saya untuk maju dalam Pilgub. Kalau masyarakat memang menghendaki, saya siap maju,” sambungnya, kala itu.

Keberanian Brigjenpol (Purn) Dewa Bagus Made Suharya untuk bertarung dalam pesta demokrasi masyarakat Bali, Pilgub Bali 2018 mendatang ternyata atas dorong sejumlah tokoh penting di Bali. Salah satunya adalah Gubernur Bali Komjenpol (Purn) Made Mangku Pastika.

DBM Suharya mengaku, pada tahun 2015 lalu ia dipanggil Gubernur Mangku Pasti dan disuruh untuk maju dalam Pilgub 2018 mendatang. Tawaran maju Pilgub pada pertemuan pertama belum bisa dijawab oleh DBM Suharya. Begitu pula pada tawarwan kedua dan ketiga.

Setelah berkonsultasi dengan keluarga dan sanak saudaranya, maka pada tawaran keempat kalinya, mantan Kapoltabes Denpasar kelahiran Denpasar ini pun dengan jiwa kesartia menyatakan “Ya” kepada Gubernur Mangku Pastika.

“Saya dipanggil oleh Pak Gubernur sampai empat kali. Pak Gubernur bilang sama saya, ‘De ganti saya ya.’ Pertama sampai ketiga kali, saya belum bisa jawab. Setelah dipanggil keempat kalinya baru saya jawab ‘ya’,” ungkap DBM Suharya dalam silaturahminya kepada tokoh masyarakat di Bulelneg bagian timur di kediaman Leplep di Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Jumat (3/3/2017) siang.

Ada reaksi Gubernur Mangku Pastika setelah anda menyatakan skesiapannya maju dalam Pilgub? “Beliau bilanh, “De sekarang kamu percantik diri dulu.’ Artinya saya harus banyak turun ke masyarakat memperkenalkan diri. Lewat independen saja dulu, jangan piker partai,” jawab Suharya menirukan ucapan Gubernur Mangki Pastika.

Menariknya, dukungan maju terhadap mantan Kapolres Covalima Timor Timur (kini Negara Timor Leste) itu juga mendapat dukungan dari tokoh akademisi mauupun tokoh-tokoh partai dari berbawai warna. “Ada tokoh partai seperti merah (PDIP, red)) dan kuning (Golkar, red) juga dukung saya maju,” ujar Suharya menyebutkan beberapa tokoh PDIP dan Golkar.

“Ternyata para tokoh partai itu juga mendorong saya maju lewat independen. Teman dari PDIP itu bilang, ‘Nggah usah lewat partai, di PDIP itu calon sudah banyak sekali.’ Begitu mereka kasih saran kepada saya,” beber jenderal murah senyum ini.

Untuk saat ini, kata Suharya, dirinya lebih focus pada sosialisasikan diri kepada masyarakat di seluruh Bali sembari meminta dukungan KTP agar bisa memenuhi syarat kandidat perorangan.

DBM Suharya, lulusan Akpol 1981 ini berpengalaman dalam bidang reserse. Jabatan terakhir jenderal bintang satu ini adalah Karobekum SSarpras Polri. (francelino xavier ximenes freitas/bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *