(4) LKPJ Akhir Masa Jabatan Bupati Buleleng: Investasi di Buleleng Belum Stabil

Foto Dok Balieditor.com: PLTU Celukan Bawnag, salah satu contoh investas di Buleleng

Foto Dok Balieditor.com: PLTU Celukan Bawnag, salah satu contoh investas di Buleleng

BALIEDITOR.COM – Salah satu faktor yang menentukan pertumbuhan ekonomi adalah investasi. Tapi investasi di Buleleng masih naik turun alias belum stabil. Lalu?

d. Investasi

Investasi, baik yang dilakukan oleh pemerintah (pemerintah daerah), dunia usaha, dan masyarakat merupakan salah satu faktor yang menentukan pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Biasanya pertumbuhan ekonomi selali sejalan dengan perkembangan investasi. Artinya jika investasi lesu, maka pertumbuhan ekonomi akan turun.

Setelah mencermati perkembangan investasi Kabupaten Buleleng periode 2012-2016 sebagaimana tercantum pada Tabel 1.21 buku LKPJ Akhir Masa Jabatan Bupati Buleleng Tahun 2012-2017, tampak bahwa investasi di Kabupaten Bulelneg sangat berfluktuasi antara Rp 75.505.000.000 sampai dengan Rp 10.042.866.236.716. Sedangkan laju pertumuhan ekonomi berfluktuasi antara 6,11 persen sampai dengan 7,15 persen.

Baca Juga:  Parlementaria: Pansus I Gelar Rapat Perdana Bahas Ranperda tentang Penanggulangan Kemiskinan

Ada beberapa catatan yang perlu diberikan terhadap data investasi yang tersaji pada Tabel 1.21 tersebut sebagai berikut.

1) Investasi di Kabupaten Buleleng masih tidak menentu, kadang naik dan terkadang turun
2) Perkembangan investasi tidak sejalan dengan laji pertumbuhan ekonomi, bahkan terkesan berbanding terbalik. Pada tahun 2013 dengan investasi hanya Rp 75.505.000.000 atau investasi terendah pada kurun waktu 2012-2016 mampu memberikan laju pertumbuhan ekonomi sebesar 7,15 persen atau tertinggi pada kurun waktu tersebut.

Baca Juga:  Parlementaria: Sempat Diwarnai “Aksi Boikot”, 4 Ranperda Akhirnya Disahkan

Sebaliknya, pada tahun 2015 dengan investasi Rp 10.042.866.236.716 atau tertinggi pada kurun waktu 2012-2016 justru memberikan laju pertumbuhan ekonomi paling rendah, yaitu 6,11 persen.

Kodisi di atas perlu disikapi pada periode kepimpinan Bupati Buleleng berikutnya antara lain melalui:

1. Penyusunan riadmap dan master plan investasi di Buleleng
2. Promosi potensi daerah dengan lebih optimal
3. Pemberdayaan investor local
4. Pemberian kebijakan kemudahan berinvestasi untuk rencana usaha yang dapat memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian daerah, termasuk dalam penyerapan tenaga kerja
5. Pencatatan investasi secara lebih lengkap

(francelino xavier ximenes freitas/bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *