44 Bidan dan 6 Penyuluh Pertanian Terima SK PNS

Foto Humas Pemkab Buleleng for Balieditor.com: Bupati Agus melantik dan menyerahaknSK PNS kepada 44 bidan dan 6 penyuluh pertanian

BALIEDITOR.COM – Sebanyak 44 bidan pegawai tidak tetap (PTT) dan enam penyuluh pertanian menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Penyerahan SK ini dirangkaikan dengan pengambilan sumpah PNS.

SK PNS tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Buleleng, Bali, Putu Agus Suradnyana, ST di Gedung Wanita Laksmi Graha, Senin (25/6/2018). Selain itu, Bupati Agus Suradnyana juga mengambil sumpah para bidan dan penyuluh pertanian ini.

Seperti dilaporkan Humas Pemkab Buleleng dalam press releasenya, Bupati Agus menyampaikan selamat kepada para PNS bidan PTT dan penyuluh pertanian ini. Dengan diterimanya SK PNS ini, para bidan PTT dan penyuluh pertanian mendapatkan kepastian menyangkut jalur hidup pilihan mereka secara professional. Kepastian ini artinya pemerintah mengakui secara langsung.

“Artinya begini, ketika mereka men-declare dirinya sebagai bidan, pemerintah pun mengakui secara langsung bahwa mereka memang bidan dengan penghasilan sesuai pekerjaannya,” jelasnya.

Bupati asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, ini juga mengungkapkan bahwa setiap tahun harus ada peningkatan kompetensi di masing-masing diri PNS ini. Seperti bidan, harus ada peningkatan pengetahuan mengenai alat-alat kesehatan yang lebih canggih. Pengetahuan ini didapatkan melalui pembinaan, diklat ataupun bimtek yang ada.

“Kompetensi para aparatur khususnya bidan ini setiap tahunnya harus di upgrade untuk mengetahui tren-tren kesehatan jaman sekarang,” ungkap Agus Suradnyana.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Buleleng, I Gede Wisnawa, SH mengatakan jumlah total dari PNS yang menerima SK ini adalah sebanyak 50 orang. Lima puluh orang ini terdiri dari 44 bidan dan enam penyuluh pertanian. Mereka juga dilantik dan juga diambil sumpahnya. “Jumlah total 50 orang dengan rincian 44 orang bidan dan enam orang penyuluh pertanian,” ujarnya.

Mantan Sekwan ini menjelaskan, pengangkatan PNS ini merupakan formasi dari pemerintah pusat. Sebelum dilantik dan diambil sumpah, para PNS ini telah melalui tahapan-tahapan yang ditentukan mulai dari seleksi, diklat prajabatan sampai dengan pelantikan sebagai PNS. Mereka terlebih dahulu diangkat sebagai CPNS.

“Ya ini merupakan formasi dari pemerintah pusat dan ada tahapan-tahapan yang dilalui sebelum mereka menerima SK PNS dan dilantik sebagai PNS,” pungkas Gede Wisnawa. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *