(5) Catatan Khas Redaksi Balieditor.com tentang Upaya Pemkab Buleleng Melestarikan Seni Budaya Bali Utara

Foto Dok Balieditor.com: Gong kebyar anak-anak Anak Eka Wakya Banjar Paketan

Foto Dok Balieditor.com: Gong kebyar anak-anak Anak Eka Wakya Banjar Paketan

BALIEDITOR.COM – TERNYATA BULELENG menjadi tempat lahirnya banyak karya seni di Bali. Salah satunya adalah GONG KEBYAR.

Seperti diketahui bahwa Gong Kebyar adalah gamelan seni music tradisional Bali, merupakan mahakarya seniman Bali Utara. Ternyata mahakarya seniman Bali Utara ini mampu menjadi kekuatan baru dan kekuatan besar dalam mengubah kemandegan gong di Bali.

Kata Kadisbud Buleleng, Drs Putu Tastra Wijaya, Gong Kebyar yang merupakan mahakarya seniman Bali Utara juga sebagai pencapaian spektakuler dalam berkesenian di Bali. “Karena dalam sejarahnya diperkirakan muncul di Singaraja pada tahun 1915,” cerita Tastra.

Ada beberapa versi lahirnya Gong Kebyar di Buleleng. Versi pertama menyebut bahwa Gong Kebyar pertama kali lahir di Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan, seiring dengan munculnya tari kebyar.

Versi lain menyebutkan bahwa Gong Kebyar muncul pertama kali di Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan.

Baca Juga:  Buleleng Gelar PKB: Ambil Tema “ULUN DANU”, Penari India Juga Tampil

Dimana pun diciptakan, yang pasti Gong Kebyar merupakan mahakarya seniman terbaik Buleleng yang telah membawa nama Buleleng ke seantero Pulau Dewata bahakn nasional dan internasional.

Dalam perjalanannya, Gong Kebyar mencapai salah satu puncaknya pada tahun 1925 dengan datangnya seorang penari dari Tabanan yang menciptakan Tari Kebyar Duduk atau Kebyar Terompong.

Menurut buku berjudul ‘Identifikasi Kesenian, Atraksi Budaya dan Seniman di Kabupaten Buleleng Tahun 2016’ yang diterbitkan oleh Disbudpar Pemkab Buleleng disebutkan bahwa di Bali ada dua macam bentuk perangkat dan gaya utama gamelan gong kebyar. Yakni gamelan gong kebyar Bali Utara dan gamelan gong kebyar Bali Selatan.

Dimana letak perbedaannya? Masih menurut buku “plat merah” itu bahwa perbedaan kedua gamelan gong kebyar ini terletak pada:
1. Tungguhan Gangsa
Tungguhan gangsa Bali Utara berbentuk bilah penyalin dan dipacek, sedang Bali Selatan menggunakan bentuk bilah kalorusuk dan digantung.
2. Suara Gamelan
Gamelan Bali Utara kedengarannya lebih besar dari suara gamelan Bali Selatan.

Baca Juga:  Bupati Agus Buka AASB Pedawa

Tari Janger

Seperti diketahui bahwa Tari Janger adalah suatu kesenian tari pergaulan. Tari ini dibawakan sekitar 10 penari yang berpasangan yaitu kelompok putri (janger) dan putra (kecak). Mereka menari sambil menyanyikan lagu janger secara bersama-sama atau bersahut-sahutan.

Gerakan janger sederhana namun ceria dan bersemangat. Musik yang menjadi latar bekalang adalah tetamburan. Janger merupakan tari kreasi yang lebih baru. “Janger diadaptasikan dari aktivitas para pekerja yang menghibur diri karena lelah bekerja,” kisah Tastra.

Kata dia, janger termasuk tari balih-balihan yakni tarian yang ditampilkan untuk memeriahkan upacara maupun hiburan. “Karena populernya pada tahun 1960-an, janger mulai dipentaskan di berbagai kegiatan,” jelas Kadisbud Tastra. (francelino xavier ximenes freitas/bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *