(5-Habis) Catatan dari Twin Lake Festival V 2018: LOMBA MASAK IKAN PATIN di Acara Pamungkas

Foto Humas Pemkab Buleleng for Balieditor.com: Wabup Sutjidra tinjau lomba masak ikan patin

BALIEDITOR.COM – Event Twin Lake Festival tahun 2018 resmi ditutup Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra,Sp.OG, Sabtu (7/7/2018). Event tahunan ini digelar selama empat hari mulai dari 4 Juli sampai 7 Juli 2018.

Selama Twin Lake Festival berlangsung, berbagai lomba dan pameran pertanian disuguhkan. Bukan hanya itu, hiburan tradisional dan modern pun ditampilkan untuk memeriahkan Twin Lake Festival kali ini.

Antusiasme masyarakat untuk menyaksikan agenda tahunan Pemkab Buleleng ini sangat tinggi. Ini terlihat dari padatnya pengunjung yang setiap hari datang untuk menyaksikan pagelaran Twin Lake Festival. Twin Lake Festival juga menjadi berkah bagi masyarakat sekitar Danau Buyan dan Tamblingan. Bagaimana tidak, para pelaku usaha yang membuka stand di kawasan Danau Buyan dan Tamblingan ramai dikunjubngi pembeli.

Ini diungkapkan oleh Ketua Panitia Penyelenggara Twin Lake Festival tahun 2018 Ir. Nyoman Genep, MT. Dalam laporannya ia menyebutkan ada transaksi penjualan sebanyak Rp 134 juta. Nominal ini diyakini meningkat pada Twin Lake Festival selanjutnya dikarenakan Pemkab Buleleng akan lebih gencar lagi untuk mempromosikan Twin Lake Festival.

“Antusias pengunjung pada Twin Lake Festival tahun 2018 masih sangat besar. Semoga kegiatan ini bisa memberikan manfaat untuk masyarakat Buleleng,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra,SpOG., mengungkapkan apresiasinya kepada seluruh pihak yang sudah mensukseskan pagelaran Twin Lake Festival tahun 2018.

Kata dia, Twin Lake Festival dapat menggugah masyarakat untuk ikut melestarikan lingkungan di Danau Buyan dan Tamblingan. Wabup Sutjidra menambahkan, sasaran utam dari adanya Twin Lake Festival ini adalah bagaiman kita bisa melestarikan Danau Buyan dan Tamblingan.

“Kedepannya penyelenggaraan festival ini bisa lebih memberikan pesan-pesan kepada masyarakat tentang pelestarian lingkungan,” papa dia.

Sebelum acara penutupan, digelar juga berbagai macam lomba seperti lomba lari lintas alam, atraksi sapi gerumbungan, restocking, penutupan jambore petualang, dan lomba masak ikan patin. Lomba masak dengan bahan baku ikan patin ini merupakan kegiatan yang baru dalam pagelaran ini. Bahan baku ikan patin ini sengaja digunakan untuk memperkenalkan ikan patin kepada masyarakat Buleleng.
Ikan patin merupakan jenis ikan yang masih satu keluarga dengan ikan lele. Ikan patin juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Hal ini dikarenakan ikan patin memiliki kandungan lemak yang lebih rendah dibanding ikan jenis lain.

Jenis omega-3 asam lemak ini biasanya dihasilkan dari jenis ikan yang hidup di air dingin seperti ikan salmoN, ikan tuna, dan ikan sarden. Selain itu, kandungan gizi di dalam ikan patin yang berupa lemak tak jenuh sangatlah bagus untuk mencegah terjadinya resiko penyakit Kardiovaskular.

Lemak tak jenuh juga bermanfaat untuk menurunkan besarnya kadar kolesterol total dan kolesterol LDL yang terkandung di dalam darah sehingga dapat mencegah dan mengurangi terkena penyakit jantung koroner.

Hal ini yang menjadi alasan panitia memperkenalkan ikan patin kepada masyarakat melalui lomba ini. Ini diungkapkan Ketua Panitia Lomba memasak ikan patin Ir. Made Arnika. Menurutnya, selain memiliki kandungan gizi yang cukup banyak, ikan patin juga memiliki harga jual yang lumayan tinggi.

“Harga ikan patin lebih baik dari ikan lele. Dipasaran harga ikan patin mencapai 30 ribu sampai 35 ribu,” ungkap Made Arnika yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buleleng.

Lomba memasak ikan patin ini diikuti oleh 9 Kecamatan di Kabupaten Buleleng. Dalam lomba ini, panitia menyediakan bahan baku ikan patin sebanyak 3 Kg ikan patin filet dan 5 Kg ikan patin utuh. Peserta bebas mengolah ikan patin menjadi masakan apa saja.

“Tidak ada kriteria khusus untuk lomba masak ikan patin ini. Peserta bisa mengolahnya jadi makanan modern, dan tradisional,” tutur Made Arnika.

Berbagai macam olahan ikan patin disuguhkan oleh para peserta. Dengan kreatifitas peserta, ikan patin disulap menjadi makanan yang sangat lezat untuk disantap.

Lomba masak ikan patin ini dimenangkan oleh Kecamatan Sukasada sebagai juara I, sedangkan juara II dimenangkan oleh Kecamatan Seririt, dan Kecamatan Sawan sebagai juara III. (francelino xavier ximenes freitas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *