(5-Habis) Oleh-Oleh Balieditor.com dari Timor Leste: Pos Perbatasan Indonesia di Mota-Ain Megah, Milik Timor Leste Mungil Tapi Cantik

Foto Balieditor.com-fff: Wartawan Balieditor.com berpose di jembatan Mota-Ain yang memisahkan wilayah Timor Leste dan RI

Foto Balieditor.com-fff: Wartawan Balieditor.com berpose di jembatan Mota-Ain yang memisahkan wilayah Timor Leste dan RI

BALIEDITOR.COM – PERJALANAN wartawan Balieditor.com ke sejumlah lokasi di Timor Leste menambahkan cerita oleh-oleh Balieditor.com dari Timor Leste untuk para pembaca setia media online terbesar di Bali ini.

Ketika berada di Distrito Baucau, mata wartawan Balieditor.com terbelalak karena melihat sebuah objek yang bukan milik pemerintahan Timor Leste, tapi masih berdiri kokoh. Objek itu adalah Taman Makam Pahlawan milik Indonesia yang berlokasi di wilayah Desa Buibau persis di pinggir jalan nasional Dili-Viqueque.

Taman Makam Pahlawan di Baucau itu masih terawat dengan baik. Temboknya terlihat bersih dan catnya pun terlihat baru. “Beberapa waktu lalu ada pejabat Indonesia berkunjung ke sini,” ujar sopir mikrolet (bemo) yang ditumpangi Balieditor.com.

Bukan hanya itu, Pura (Hindu) di bukit Taibesi yang berada di Kota Dili pun masih terawat dengan baik. Pura di puncak bukit kecil itu masih utuh.

Sejumlah monument yang dibangun Indonesia kala Timor Leste masih berintegrasi dengan Indonesia dengan nama Timor Timur, pun hingga kini masih berdiri kokoh. Sepeti tugu atau monument kebebasan.

Foto Balieditor.com-fff: Pos Perbatasan Timor Leste

Foto Balieditor.com-fff: Pos Perbatasan Timor Leste

Di hari terakhir, wartawan Balieditor.com memilih pulang via darat ke Kota Kupang, NTT, RI. Ada sejumlah alasan kenapa harus memilih jalur darat untuk pulang kembali ke Indonesia.

Alasan pertama, ingin membuktikan klaim Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) soal bangunan pos perbatasan RI di Mota-Ain yang megah dan indah serta ingin melihat langsung pos perbatasan milik Timor Leste yang cantik sehingga membuat Presiden RI Jokowi harus memperbaiki pos perbatasan Indonesia.

Alasan kedua, wartawan Balieditor.com ingin melihat langsung cerita tentang jalan mulus dari Dili ke Mota-Ain (zona perbatasan Timor Leste-RI).

Maka dipilihlah Travel Paradise sebagai transportasi yang mengantar Balieditor.com kembali ke Indonesia melalui darat. Pukul 08.30 waktu Timor Leste, minibus berpenumpang 11 orang milik Travel Paradise mulai meninggalkan markasnya yang berlokasi di Fatuhada persis berhadapan dengan kantor Ministerio da Defesa dan Quartel General das Falintil-FDTL, menuju perbatasan Timor Leste-Indonesia di Mota-Ain.

Sekitar 3 jam lebih dibutuhkan untuk mencapai perbatasan kedua negara bertetangga itu. Ternyata informasi bahwa jalan jalur barat sudah sangat mulus bukan sekedar lipsservice, tetapi memang benar adanya. Mulai dari wilayah Tibar (lepas dari Tasitolu yakni batas wilayah Kota Dili) putaran ban minibus sudah begitu lembut nan halus sehingga goncangan kendaraan tidak terasa sama sekali.

Di sepanjang perjalanan yang harus melewati Distrito Liquica hingga Distrito Bobonaro itu, para penumpang minibus disuguhkan pemandangan yang indah. Karena di sisi kiri dan kanan ada pemandangan gunung dengan hiasan pepohononan yang hijau dan sesekali sebelah utaranya menyuguhkan pemandangan laut dan pantai dengan dekorasi pasir putih. Sungguh indah.

Sekitar pukul 11.23 waktu Timor Leste, minibus milik Travel Paradise yang mengantar Balieditor.com tiba di Pos Perbatasan Timor Leste di Mota-Ain. Sungguh mengagumkan mata Balieditor.com. Pasalnya Pos Perbatasan Timor Leste itu cukup megah dan cantik walaupun bangunannya tidak terlalu besar alias munggil.

Para petugas di Pos Perbatasan Timor Leste pun cukup ramah dan sopan terhadap setiap orang yang melintasi perbatasan itu. Mereka selalu menyapa dengan bahasa sopan dan lembut saat memeriksa paspor. Bangunan Pos Perbatasan Timor Leste yang cantik inilah yang membuat Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) nekad membangun kembali Pos Perbatasan Indonesia di Mota-Ain jauh lebih gagah dan megah.

Foto Balieditor.com-fff: Pos Perbatasan Indonesia

Foto Balieditor.com-fff: Pos Perbatasan Indonesia

Setelah melewati Pos Perbatasan Timor Leste melewati jembatan Mota-Ain, masuklah ke wilayah Indonesia melalui Pos Perbatasan Indonesia. Ternyata klaim Presiden RI Jokowi bahwa Pos Perbatasan Indonesia di Mota-Ain jauh lebih baik dan menjadi lokasi selfie bagi pengunjung, benar adanya.

Kendati masih dalam proses penyelesaian beberapa bangunan namun kesan pertama menyatakan bahwa Pos Perbatan Indonedia di Mota-Ain cukup megah dan gagah. Kalau sekedar dibandingkan dengan Pelabuhan Penyerangan Gilimanuk, maka Pos Perbatasan Indonesia di Mota-Ain jauh lebih megah dan lebih besar dari Pelabuhan Penyerangan Gilimanuk.

Para petugas imigrasi dan TNI penjaga perbatasan pun cukup ramah dan lembut melayani setiap pengunjung yang melewati kawasan itu. Berharap persahabatan dan kekeluargaan kedua negara (Timor Leste-RI) tetap terbina dengan baik. Semoga! (francelino xavier ximenes freitas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *