(6) Mengenal Kandidat Bupati PASS: Bermimpi Ciptakan Masyarakat Damai

Foto Istimewa: Bupati Agus bersama Sekkab Dewa Puspaka dan Wabup Sutjidra dalam sebuah acara beberapa waktu lalu

Foto Istimewa: Bupati Agus bersama Sekkab Dewa Puspaka dan Wabup Sutjidra dalam sebuah acara beberapa waktu lalu

BALIEDITOR.COM – SEBAGAI seorang pemimpin, Bupati Putu Agus Suradnyana (PAS) yang berpasangan dengan Wabup Nyoman Sutjidra mempunyai target dan sasaran pembangunan.Hal itu tertuang dalam visi dan misi mereka dalam memimpin Bumi Panji Sakti ini.

Apa visinya? Bupati Agus menjelaskan bahwa visi adalah tujuan pembangunan akan tercapai secara optimal jika didukung oleh peran serta para pihak secara menyeluruh. Untuk itu pembangunan yang dilandasi kebersamaan dengan mengedepankan komunikasi, koordinasi dan keterbukaan menjadi kata kunci keberhasilan pembangunan dimaksud.

“Gambaran kondisi dan situasi Kabupaten Buleleng yang akan kita wujudkan lima tahun kedepan dirumuskan dalam bentuk Visi sebagai berikut. Yakni terwujudnya masyarakat Buleleng yang mandiri, sejahtera, damai dan lestari berlandaskan Tri Hita Karana,” urai Bupati Agus tentang visinya.

Kata dia, arah menuju visi tersebut dapat diukur melalui indikator-indikator sebagai berikut: Mandiri, diukur dengan meningkatnya profesionalisme aparatur pemerintah daerah yang berbasis kinerja. Terwujudnya penyelenggaraan negara yang mampu menerapkan prinsip-prinsip pemerintahan yang baik (Good and Clean Governance): profesional, transparan, akuntable, memiliki kredibilitas dan bebas KKN.

Selain itu, kata dia, meningkatnya penguasaan ilmu pengetahuan dan pengembangan teknologi tepat guna bagi masyarakat. Tersedianya sumberdaya manusia yang berkualitas dan mampu memenuhi tuntutan dan kemajuan pembangunan daerah. Meningkatnya partisipasi/swadaya masyarakat dalam memenuhi sendiri kebutuhan pokok.

“Terwujudnya pariwisata berbasis budaya dan keindahan alam yang unik, serta bersinergi dengan sektor pertanian,” paparnya.

Sejahtera, kata dia, diukur dengan meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ditunjukan oleh Tingkat Pendidikan antara lain: terlaksananya wajib belajar 12 tahun, meningkatnya jumlah penduduk berpendidikan tinggi, menurunnya tingkat pendidikan terendah, meningkatnya angka partisipasi sekolah, dan tersedianya tenaga siap pakai melalui pendidikan kejuruan.

Juga diikur dengan tingkat kesehatan antara lain meningkatnya derajat kesehatan masyarakat, angka harapan hidup dan terpenuhnya sistem pelayanan sosial melalui Asuransi Kesehatan. “Kemampuan daya beli masyarakat ditunjukan oleh meningkatnya pendapatan riil per kapita,” tambahnya lagi.

Berkurangnya jumlah penduduk miskin, pengangguran terbuka dan kesenjangan antar wilayah dan kesenjangan sosial. Meningkatnya akses masyarakat miskin terhadap pemenuhan kebutuhan dasar (sandang, pangan, pendidikan, kesehatan, perumahan, sanitasi, dan kesempatan berusaha).

Berkembangnya keterpaduan antar sektor dalam pengelolahan potensi ekonomi daerah yang berwawasan lingkungan. “Tersedianya jaringan Infrastruktur yang mampu mendorong perekonomian perdesaan,” sambungnya..

Dijelaskan lagi, damai diukur dengan teraktualisasinya keragaman budaya lokal. Terjaminnya kebebasan beribadah. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam mewujudkan ketentraman, ketertiban umum, dan supremasi hukum.

Bagaimana cara mengukur lestari? Dia menjawab lestari diukur dengan terkelolanya lingkungan hidup dan pemanfaatan SDA secara berkelanjutan. Terpeliharanya adat istiadat dan nilai-nilai budaya Bali sebagai pedoman di dalam kehidupan bermasyarakat. Terwujudnya lingkungan permukiman yang berlandaskan kearifan lokal.Terwujudnya penggunaan ruang dan lahan sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah.

Bagimana penjabaran misinya? Bupati Agus menjelaskan, visi ini akan dicapai dengan menjalankan misi yang dijabarkan sebagai berikut.Akselerasi pembangunan ekonomi untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi tinggi, merata dan berkualitas.Pengembangan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada produk unggulan daerah.Mewujudkan Sumber Daya Manusia berkualitas yang profesional, berbudaya dan menumbuhkembangkan sinergi seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) dalam setiap tahapan pembangunan.

“Pelestarian budaya Bali yang ditumbuhkembangkan pada masyarakat. Memperkuat dimensi keadilan di semua bidang. Mewujudkan pembangunan Buleleng yang berkelanjutan,” pungkasnya. (francelino xxf/bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *