Aksi Tolak BIB di Darat: Anton Bilang Ada Konspirasi Elite Eksekutif Buleleng

Foto Dok Balieditor.com: Anton tuding ada konspirasi elite eksekutif Buleleng

Foto Dok Balieditor.com: Anton tuding ada konspirasi elite eksekutif Buleleng

BALIEDITOR.COM – Aksi penolakan lokasi Bandara Internasional Buleleng (BIB) oleh 26 kelompok nelayan di Kubutambahan, Buleleng, Bali, soal lokasi BIB di darat, dua hari lalu mendapat cibiran.

Aksi penolakan yang disponsori oleh LSM Komunitas Masyarakat Untuk Penegakan Hukum dan Keadilan (KOMPAK), dan diberitakan oleh sejumlah media cetak di Bali dalam bentuk advetorial itu dinilai hanya ingin mengcaukan suasana Buleleng dan Bali menjelang pesta demokrasi masyarakat Bali yakni Pilgub Bali 27 Juni 2018.

Cibiran keras datang dari Relawan Setia Jokowi Bagi KBS-ACE, Antonius Sanjaya Kiabeni. Aktivis LSM Gema Nusantara (Genus) yang akrab disapa Anton itu menilai bahwa aksi penolakan lokasi bandara di darat itu merupakan hasil konspirasi elit eksekutif Buleleng.

“Tulis besar-besar, aksi itu adalah hasil konspirasi elite eksekutif Buleleng untuk menggagalkan pembangunan Bandara di Buleleng,” kritik Anton saat ditemui Balieditor.com di gedung DPRD Buleleng di Jalan Veteran No.2 Singaraja, Selasa (17/4/2018) siang.

Anton mengungkapkan bahwa dirinya mulai mencium gelagat kurang sportif dari elite eksekutif Buleleng dalam wacana pembangunan BIB tersebut. “Ya, ini ada elite eksekutif yang mulai menarik-menarik lokasi bandara ke barat,” beber Anton membuka sedikit gelagat kurang baik pejabat di Buleleng soal konspirasi itu.

Indikasi upaya mencoba-coba memindahkan lokasi bandara ke wilayah Buleleng Barat oleh elite eksekutif Buleleng itu, kata Anton, adalah adanya pejabat Buleleng yang bertindak sebagai makelar tanah dengan menawarkan tanah di wilayah Buleleng Barat kepada investor asing yang sempat menjajaki peluang bisnis di Buleleng. “Itu ada pejabat yang tawar tanah kepada investor Amerika yang sempat ke Buleleng. Bagaimana jadinya Buleleng, kalau pekabat ikut-ikut menjadi makelar tanah. Ironisnya, tawarin tanah kepada investor yang mau inves ke Buleleng,” kritik Anton. “Jadi investornya bingung…Ini pejabat atau makelar tanah,” sambungnya lagi dengan nada sindir.

Foto Dok Balieditor.com: Susila Umbara minta jangan keruhkan suasana jelang Pilgub

Foto Dok Balieditor.com: Susila Umbara minta jangan keruhkan suasana jelang Pilgub

Cibiran serupa juga datang dari Wakil Ketua DPRD Buleleng, Ketut Susila Umbara. Poltisi Golkar ini menyarankan kepada semua pihak agar tidak mengacaukan suasana damai dan tenang Bali dan Buleleng menjelang Pilgub Bali 2018 mendatang.

“Saya minta tolong kepada semua pihak untuk tidak membuat suasana keruh menjelang Pilgub Bali. Mari kita sama-sama menjaga suasana damai dan kondusif Bali,” tegas Susila Umbara terpisah.

Baik Susila Umbara maupun Anton menegaskan bahwa masalah lokasi bandara itu adalah kewenangan pemerintah pusat sehingga semua pihak minta untuk menunggu keputusan dari Kementerian Perhubungan RI.

“Kita tidak perlu persoalkan lokasi di darat atau di laut. Kan sudah dilakukan feseability study (FS), jadi kita tunggu keputusan Penlok dari pusat,” papar Susila Umbara.

Ia menyarankan kepada para elite baik elite politik maupun elite atau pengusaha untuk tidak memanfaatkan masyarakat demi kepentingan politik dan kepentingabn bisnisnya. “Biarkan semuanya berjalan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku,” pungkas Susila Umbara. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *