Angin Kencang Terjang Buleleng,, BPBD Himbau Masyarakat Waspada

Foto Balieditor.com-ngr: Papa nama sebuah tokomodern di Anturan roboh diterjang angin kencang

Foto Balieditor.com-ngr: Papa nama sebuah tokomodern di Anturan roboh diterjang angin kencang

BALIEDITOR.COM – Dalam beberapa hari terakhir Bulelneg diterjang angina kencang. Yang paling parah dank eras terjadi Kamis (7/9/2017) mulai pukul 10.00 wita angin kencang menerjang wilayah Buleleng.

Terutama di wilayah Kota Singaraja hingga Seririt dan Kubutambahan. Pengendara sepeda motor pun waswas, dan tidak berani mengendarai sepeda motor. Ranting-ranting pohon rindang di Kota Singaraja bertumbangan.

Bukan hanya itu, banyak plang, spanduk bertumbang juga. Ditambah dengan gelombang air laut tinggi sehingga juga membuat sebagian nelayan tidak berani melaut.

Hasil pantauan Balieditor.com menyebutkan plang sebuah toko modern di kawasan Anturan, Singaraja roboh terkena angin kencang. Kejadian terjadi itu Kamis (7/9/2017) pukul 15.40 wita. Plang yang jatuh itu mengenai plang sebuag kafe dan atap sebuah salon.

Baca Juga:  Pasca Bencana: 17 KK Korban Bencana Alam di Buleleng Trerima 132 Ekor Ternak

Mengetahui cuaca seperti itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, sudah menghimbau para nelayan untuk waspada jika sedang melaut, termasuk warga yang tinggal di pesisir pantai, karena diperkirakan kondisi ini akan berpengaruh pada ketinggian gelombang laut.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Buleleng, Made Subur mengatakan, angin kencang ini terjadi biasanya pada bulan September hingga Oktober. Kondisi ini, menurut Subur, terjadi karena seiring datangnya musim keramau yqng disertai angin kencang.

Baca Juga:  Dapur Villa Milik Bagiada dan 2 Kamar Pembantu Ludes Terbakar

“Kami sudah melakukan pencegahan, terutama daerah rawan yang terdampak angin kencang agar tidak sampai ada korban baik materiil dan korban jiwa,” kata Subur.

Kondisi cuaca angin kencang ini, diakui Subur, paling dirasakan oleh para nelayan dan warga tinggal di pesisir pantai. Ia pun sudah memberikan himbauan kepada nelayan, agar tetap waspada. Bahkan, kata dia, beberapa penyeberangan seperti PPI Sangsit juga sudah dihimbau untuk memperhatikan cuaca saat berlayar.
“Peningkatan kewaspadaan ini, untuk bisa memperkecil kejadian bencana. Nelayan yang berlayar harus terlebih dahulu, memastikan cuaca. Termasuk juga, warga yang tingga di tepi laut agar waspada karena tidak diprediksi angin tiba-tiba bertiup sangat kencang,” jelas Subur. (ngr/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *