Antara Tertembak Senapan Angin Penembak Misterius

Foto Balieditor.com-frs: Korban Antara sedang dirawat di RSU Kertha Usada

Foto Balieditor.com-frs: Korban Antara sedang dirawat di RSU Kertha Usada

BALIEDITOR.COM — Nasib sial dialami Nyoman Antara, 47, warga Banjar Mengandang, Desa Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali.

Betapa tidak? Saat sedang menggarap lahan pertaniannya ia terkena tembakan senapan angin. Kejadian itu terjadi Minggu (11/3/2018) petang pukul 18.00 wita.

Antara sedang menjalani perawatan di ruang IGDinstalasi Rumah Sakit Kertha Usada, Singaraja.

Seizin Kapolres Buleleng, Kapolsek Kubutambahan AKP Made Mustiada SH mengungkapkan, informasi awal terkait adanya korban tertembak senapan angin diketahui dari masyarakat.

“Korban tertembak senapan angin bernama Nyoman Antara tertembak senapan angin. Kejadiannya, tadi sore (Minggu) sekitar pukul 18.00 wita. Korban tertembak ketika sedang menggarap lahan pertanian miliknya di Banjar Mengandang,” kata Kapolsek Mustida ditemui di RSU Kertha Usada, Minggu (11/3/2018) malam.

Dari hasil pemeriksaan, korban mengalami luka tembak pada bagian leher kanan dan perut.

“Mengalami luka tembak dua kali, pada bagian leher dan perut. Peluru di leher sudah berhasil dikeluarkan, namun satu peluru masih bersarang di bagian perut,” ungkapnya.

Siapakah si penembak misterius itu? Kapolsek Mustiada mengakusudah mengantongi ciri-ciri pelaku penembakan.

“Kronologi lengkap kejadian, saat ini kami sedang memintai keterangan dari beberapa saksi, salah satunya adik korban bernama Nyoman Rustaka. Selain itu, kami juga berupaya melakukan pengejaran terhadap pelaku identitasnya sudah kami kantongi,” jelasnya.

Pantauan di RS Kertha Usada, korban Nyoman Antara masih terbaring lemah di ruang instalasi gawat darurat.

Dari keterangan pihak keluarga, korban akan segera dikirim menuju RSUP Sanglah, Denpasar untuk menjalani operasi.

“Katanya karena keterbatasan alat, kakak saya malam ini langsung akan dikirim ke RSUP Sanglah. Ya, menjalani operasi untuk mengeluarkan peluru yang masih bersarang di dalam perut,” ujar Nengah Mudarta, adik bungsu korban. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *