Asusila: Pengaruh BF, di Desa Unggahan Remaja 15 Tahun Perkosa Bocah 5 Tahun

Foto Balieditor.com-ngr: Inilah Tersangka Asusila Arya

Foto Balieditor.com-ngr: Inilah Tersangka Asusila Arya

BALIEDITOR.COM – Diduga sering nonton blue film (BF) atau film porno, membuat remaja berusia 15 tahun bernama Putu Arya Kusuma tidak mampu menahan gejolak birahinya kala melihat bocah perempuan lima tahun yang masih ada hubungan keluarga.

Arya yang warga Dusun Lebah Sari, Desa Unggahan, Kecamatan Seririt, Buleleng, Bali, ini nekat memperkosa gadis ingusan sebut saja Bunga, 5, di rumah tersangka Arya.

Aksi asusila yang dilakukan Arya terhadap Bunga yang warga Dusun Celagi, Desa Unggahan, terjadi pada Senin (26/6/2917) sekitar pukul 17.00 wita, dirumah Arya. Akibat ulahnya itu kini Arya harus tidur di sel Mapolres Buleleng di Jalan Pramuka No.1 Singaraja.

Bagaimana kisahnya? Informasi yang berhasil dihimpun Balieditor.com menyebutkan, saat itu korban Bunga ikut ibunya untuk memetik cengkeh di kebun dekat rumah tersangka. Kala itu korban pun dipanggil dan disuruh oleh tersangka untuk membelikan rokok. Korban pun langsung pergi membelikan rokok tersangka.

Kejadian memilukan itu terjadi usai korban membelikan rokok dan dibawakan ke rumah tersangka. Saat korban memberikan rokok itulah tersangka langsung menyergap korban. Tersangka langsung membuka celana korban yang berwarna kuning dan berusaha memperkosa korban.

Tapi aksi perkosaan itu gagal karena “burung” tersangka tidak berkicau alias tidak tegang. Bukannya tersangka mengurung niat jahatnya, malah tersangka menggunakan jarinya untuk mencabuli korban.

Korban yang merintih kesakitan langsung menangis, dan didengar oleh ibu korban bernama Made Yuati, 26.
Yuati yang saat itu mendengar anaknya menangis, langsung menggedor pintu rumah tersangka. Lantaran tidak ada respon, paman tersangka pun langsung mendobrak pintu rumah tersangka.

Tersangka yang dalam keadaan tidak pakai celana dalam langsung melarikan diri keluar rumah. Warga yang geram langsung memburu tersangka. Bahkan, tersangka nyaris dihajar massa Dusun setempat, saat ketangkap warga. Namun beruntung, aksi warga dapat dihentikan.

Foto Balieditor.com-ngrL Korban bersama keluarga dan tersangka di polisi

Foto Balieditor.com-ngrL Korban bersama keluarga dan tersangka di polisi

“Dari hasil mediasi kedua belah pihak, akhirnya sepakat kasus ini dilaporkan ke polisi, namanya juga ini musibah. Ya kalau soal ramai itu, biasa di desa kami kalau ada sekecil apapun kejadiannya itu, pasti sudah ramai itu. Tapi, sekarang sudah kami serahkan ke polisi,” ujar Perbekel Desa Unggahan, Ketut Nasa.

“Akibat kejadian ini, orang tua korban merasa keberatan dan melaporkan kasus ini ke Polsek Seririt,” ujar Kapolsek Seririt, Kompol Loduwyk Tapilaha, seizin Kapolres Buleleng, Senin (26/6/2017) malam.

Menurut Kapolsek Loduwyk Tapilaha, dari hasil koordinasi yang dilakukan akhirnya kasus ini akhirnya dilimpahkan ke Unit PPA Polres Buleleng, untuk ditindaklanjuti. Mengingat, kasus ini menyangkut anak di bawah umur.

“Kasus ini sudah kami limpahkan ke unit PPA Satreskrim Polres Buleleng, baik itu korban, pelaku, sudah kami bawa ke Polres Buleleng untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” pungkas Loduwyk Tapilaha.

Informasi yang dikumpulkan di Mapolres Buleleng menyebutkan, penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng masih melakukan penyelidikan. Penyidik memintai keterangan tersangka, korban didampingi orang tuanya, maupun saksi. Barang bukti, celana korban dan tersangka sudah diamankan di Mapolres Buleleng. (ngr/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *