B-KPK Suartika: “Masyarakat Malu Sama Bunda Rai Serimben Karena Patung Putranya Ngga Selesai-Selesai”

Foto Istimewa: Nyok menunjuk tempat pemasangan Patung Bung Karno yang masih korong melompong

BALIEDITOR.COM – Keterlambatan pengerjaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bung Karno di Sukasada, Buleleng, Bali, membuat masyarakat yang setiap hari lalulalang di kawasan itu tersenyum sinis.

Pembangunan RTH Bung Karno itu sudah dimulai sejak dua tahun lalu namun hingga kini tidak jelas juntrungan penyelesaiannya. Terutama Monumen Bung Karno yan menjadi iko taman itu.

Akibatnya, Badan-KPK (Komite Pemberantasan Korupsi) Bali, Ketut Suartika, SH, pun langsung turun ke lokasi. Ia sempat ketemu dengan pemborong proyek itu dan akhirnya mengetahui alasan keterlambatan itu.

Melihat kondisi pembangunan RTH itu, Suartika yang akrab disapa Nyok mengelus dada karena patung sang Proklamator belum terpasang sama sekali. “Masyatakat Buleleng sebenarnya malu sama Bunda Rai Serimben, karena patung putranya ngga selesai-selesai,” ucap Nyok dengan nada sindir.

“Padahal semuanya (pejabat, red) mengaku pengikut setia Bung Karno, putra idologis Bung Karno. Tetapi bangun patung beliau, tidak serius,” kritik Nyok.

Apa hasil investigasi B-KPK Bali di lokasi proyek itu? “Saya sempat bertemu dengan manager proyek itu namanya Supardi. Dan Supardi ini membeberkan alasan keterlambatan pembangunan RTH Bung Karno itu,” ujar Nyok mengawali ceritanya.

Kata dia, ternyata dari pengungkapan Supardi terbongkar bahwa terjadi kesalahan fundamental dalam pembanguna RTH itu yakni gagal perencanaan. “Dari penjelasan kontraktor bahwa terjadi salah paham antara Disperkimta dengan kontraktor. Dalam kontrak kerja disebutkan pembuatan taman bukan patung. Inilah yang terjadi sesungguhnya. Intinya Ibu Kadis Perkimta itu ngga ngerti proyek,” kritik Nyok.

Kata dia, dalam kontrak kerja tidak sebutkan pembuatan patung. Hanya disebutkan pembuatan taman. “Inilah yang namanya gagal paham dan gagal perencanaan,” tegas Nyok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *