Bahas RTRW Provinsi: Bupati Agus Tolak SUTTET di Gerokgak dan Cibir Pelindo Celukan Bawang

Foto Balieditor.com-frs: Bupati Agus diapit Ketua DPRD Bali Adi Wiryatama dan Ketua Pansus RTRW Bali Kariyasa Adnyana (kanan)

BALIEDITOR.COM – Pansus Penyusunan RTWR DPRD Bali pimpinan Ketut Kariyasa Adnyana, SP, Selasa (15/1/2019) siang menggelar hearing dengan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana dan komponen masyarakat Bali Utara.

Hadir pula Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama dan sejumlah anggota Pansus seperti IGN Kresna Budi.

Di hadapan Pansus RTRW DPRD Bali, Bupati Agus dengan tegas menolak SUTTET di wilayah barat Buleleng atau Kecamatan Gerokgak. “SUTTET tidak ada,” tandas Bupati Agus mengawali penjelasannya.

Terkait dengan zonasi kawasan sesuai RTRW yang sedang dibahas DPRD Bali, Bupati Agus menegaskan bahwa untuk kawasan Buleleng Barat terutama Kecamatan Gerokgak peruntukkanya harus lebih fleksibel.

Baca Juga:  Parlementaria: Vokalis Renon Tirtawan Bersama BPBN Pusat Kunjungi Korban Gempa di Buleleng

“Saya mau kawasan Kecamatan Gerokgak ini lebih fleksibel bahasanya. Dulu ada kawasan Batu Ampar saja, dan Celukan Bawang sebagai kawasan industiri. Saya mau mulai fleksibel, wilayah Musi, kemudian Sumberkima itu bahasanya masih kawasan pertanian dan perikanan. Saya mau ini kawasan pengembanan ekonomi, itu saja,” tandas Bupati Agus.

Kata dia, dengan bahasa yang lebih fleksibel maka di kawasan itu bisa dibangun sector apa saja seperti perikanan maupun perhotelan boleh dibangun di kawasan itu. “Jangan dikunci. Jadi kawasan ekonomi terpadu, ya, sampai di Celukan Bawang,” tambahnya lagi.

Ia pun menegaskan bahwa kawasan Celukan Bawang juga jangan dikunci hanya menjadi kawasan industry berat. “Di sana boleh industry, industry pendukung pariwisata. Tidak ada industry berat di sana (Celukan Bawang, red),” tegasnya dengan nada serius.

Baca Juga:  Komisi I Galak, Stop Pondok Wisata yang Langgar Sempadan Pantai di Tejakula

“Saya mau di sana pabrik wine silahkan, mau kerajinan silahkan. Tapi boleh juga bangun hotel di sana. Karena untuk menjaga kapal pesiar yang masuk lewat Celukan Bawang,” papar Agus berdalih.

Menariknya pada kesempatan itu Bupati Agus juga mencibir PT Pelindo III, otoritas pengelola Pelabuhan Celukan Bawang. Ia minta PT Pelindo agar selalu berdiskusi dengan Pemkab Buleleng dalam upaya pengembangan kawasan Pelabuhan Celukan Bawang.

“Dan otoritas Pelindo, pengembangannya disana harus jelas disampaikan, harus berdiskusi dengan Pemkab Buleleng. Saya mau tidak mau, Pelindo itu otoritasnya dominan di sana. Kalau dominan, kita susah nanti pengembangan. Dewe-dewe urusannya dia, gito loh. Otoritas Pelindo yang ada di Celukan Bawang, setiap pengembangan harus berdiskusi dengan Pemkab Buleleng dengan DPRD. Tidak apa-apa, kita terbuka saja. Biar aktivitas di pelabuhan itu bener-bener maksimal kita berdayakan,” pungkasnya. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *