Bandara Buleleng: Izin Penlok Tunggu Hasil Kajian dari Evaluasi Visual

Foto Balieditor.com-frs: Kadishub Gede Gunawan (pakai topi) bersama Ketua Tim Evaluasi Feby Oki Wahyudi ngecek lokasi titik koordinat ujung barat runway

BALIEDITOR.COM – Izin Penlok (Penentuan Lokasi) Bandara Internasional Bali Utara (Bandara Buleleng) kini menjadi “benda antik” yang sulit didapati. Bahkan sudah hampir setahun menunggu izin Penlok seperti menanti jatuhnya meteor di malam hari.

Sungguh ironis! Tapi itulah fakta yang terjadi saat ini. Masyarakat Buleleng terutama masyarakat Desa Pakraman Kubutambahan yang sedang menanti Bandara dalam ketidakpastian.

Buktinya, kendati berbagai tim dikirim dari Jakarta meninjau lokasi termasuk Staf Khusus Presiden hingga Menteri Perhubungan sendiri langsung ke lokasi namun hingga kini tidak pernah ada kabar gembira tentang pembangunan Bandara Buleleng.

Ironis, Kamis (5/9/2019) tim teknis atau tim evaluasi lokasi rencana pembangunan Bandara Buleleng dari Direktorat Bandar Udara, Ditjen Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan RI, datang lagi dan melakukan evaluasi visual lokasi pembangunan Bandara Buleleng, namun belum ada kepastian akan turunnya izin Penlok.

Seperti diakui sendiri oleh Ketua Tim Evaluasi Lokasi Bandara, Feby Oki Wahyudi. “Ini kajian-kajian masih kita evaluasi, kalau ngga ada masalah, bisa kita terbitkan,” papar Feby Oki kepada Balieditor.com di lokasi.
Feby Oki memaparkan, “Secara teknis kita masih melihat visual di lapangan nanti kita cocokan dengan kajian-kajian. Ini visualnya nanti kita cocok lagi dengan kajian, ini belum kita tentukan.”

Apakah ini kunjungan terakhir? “Saya kurang tahu. Saya hanya ditugaskan mengevaluasi pak, itu kebijakan menteri,” jawab Feby Oki.

Bagaimana komentar Kadishub Buleleng? Saat dimintai komentarnya, Kadishub Buleleng, Gede Gunawan AP menyatakan bahwa hasil evaluasi lokasi ini akan dilakukan kajian, kemudian dilaporkan kepada Menhub RI. “Nah, hasil kajian inilah yang kita tunggu, apa sesuai atau tidak,” jelas Gunawan.

Kata dia, setelah melihat di lapangan bersama tim pusat, tidak menemukan kendala-kendala berarti di tiga titik koordinat sehingga ini bakal menjadi catatan positif buat tim sebagai bagian dari kajian hasil evaluasi lokasi pembangunan Bandara Buleleng.

Menjawab wartawan, mantan Kabaghumas Pemkab Buleleng ini menjelaskan bahwa bila izin Penlok sudah terbit maka Pemkab bersama pihak terkait seperti Camat Kubutambahan, Kelian Desa Pakraman Kubutambahan, dan Perbekel Desa Kubutambahan akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat di di Desa Kubutambahan.

“Nanti kita akan berkerja sama dengan perangkat daerah seperti kecamatan, dengan desa adat, kemudian dengan dinas, akan dilakukan sosialisasi. Itu kewajiban Pemkab Buleleng untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat,” pungkas Gunawan. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *