Bandara Buleleng: LSM GENUS Selidiki Kegiatan PT BIBU di Desa Bulian

Foto FB Antonius Sanjaya Kiabeni” Ketua Badan Eksekutif LSM Gema Nusantara, Antonius Sanjaya Kiabeni (kanan)

BALIEDITOR.COM – Kehadiran para jenderal purnawirawan yang merupakan Komisaris PT BIBU ke Buleleng Jumat (1/2/2019) meninjau lokasi pembangunan Bandara Internasional Buleleng (BIB), membuat LSM Gema Nusantara (GENUS) merasa terusik.

Akibatnya setelah kehadiran para jenderal purnawirawan itu, Ketua Badan Eksekutif LSM GENUS Antonius Sanjaya Kiabeni alias Anton terus mencari tahu kegiatan para jenderal purnawirawan di Kubutambahan itu.

Seperti Jumat (15/2/2019), seperti dalam cuitannya di FBnya, Anton mengklaim bahwa dirinya melakukan investigasi tentang informasi kegiatan PT BIBU di Desa Bulian.

“Hari ini tanggal 15 Februari 2019 LSM Gema Nusantara melakukan investigasi tentang informasi kegiatan PT BIBU di Desa Bulian. Hasil konfirmasi ke Bapak Perbekel atau Kepala Desa Bulian, ternyata benar ada kegiatan PT BIBU,” ujar Anton dalam cuitannya di FBnya, Jumat (15/2/2019).

“Ketika kami menanyakan kepada Bapak Kepala Desa Bulian, siapa saja yang hadir, beliau menjawab tidak tahu, karena saya selaku kepala desa dan Kelian Desa Adat tidak hadir,” sambung cuitannya lagi.

Kata Anton, dalam investigasinya, kehadiran PT BIBU juga ditolak oleh PT PEMBARI (perusahaan yang berencana bangun Bandara di darat). “Termasuk PT PEMBARI juga melakukan penolakan secara tegas dengan surat resmi,” papar Anton lagi.

Anton dalam cuitan juga mengaku bahwa ia juga bertemu dengan salah satu personali BUMN di bidang hukm. “Di tempat yang berbeda, kami menemui salah Satu Personalia BUMN di Bidang Hukum , setelah kami telusuri ternyata salah satu BUMN, sudah bekerja sama dengan PT PEMBARI, yang sehari sebelumnya sempat bertemu Kelian Adat Kubutambahan bersama Direktur Perusahaan Daerah Provinsi Bali, Perusahaan Daerah milik krama Bali ini juga sudah bekerja sama dengan PT PEMBARI,” papar Anton.

Dengan hasil investigasi itu, LSM GENUS mendesak Menteri Perhubungan RI untuk segera menerbitkan Izin Penlok Bandara sesuai dengan studi kelayakan (FS) dan persyaratan lain yakni di darat.

“Jadi berdasarkan data, fakta, keterangan dan informasi Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten Buleleng, maka MENHUB RI diharapkan segera terbitkan PENLOK sesuai dengan FS dan persyaratan lainya yaitu di daratan Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng Bali,” tandas Anton dalam cuitannya lagi.

“Sekali lagi PENLOK DI DARAT sesuai pernyataan MENHUB RI, GUBERNUR BALI,” pungkas Anotn. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *