Bandara Buleleng: LSM GENUS Tuding Kemenhub “Main Sabun” dalam Penerbitan Izin Penlok

Foto Dok Balieditor.com: Antonius Sanjaya Kiabeni dari LS< GENUS[/caption] BALIEDITOR.COM – Kehadiran Tim Evaluasi Lokasi Bandara Internasional Bali Utara (Bandara Buleleng) pimpinan Feby Oki Wahyudi ke Kubutambahan, Buleleng, Bali, disambut sinis oleh LSM Gema Nusantara (LSM GENUS) pimpinan Antonius Sanjaya Kiabeni.

Dalam cuitannya di Facebook, Anton – sapaan akrab Antonius Sanjaya Kiabeni – mengkritik sikap mengambang dan sikap tidak serius pemerintah pusat terutama Kementerian Perhubungan RI dalam membangun Bandara Buleleng.

Ia menegaskan, sudah cukup melakukan peninjauan lokasi rencana dibangun Bandara Buleleng serta sudah cukup pula dilakukan kajian. Kini sudah saatnya Kemenhub RI menerbitkan izin Penentuan Lokasi (Penlok)

“Kemarin (baca: sebelumnya, red) datang dengan Konsorsium cek, cek ,cek lokasi Bandara Bali Utara di Buleleng. Sekarang datang lagi ke Buleleng dengan EVALUASI LOKASI,” sindir Anton dalam cuitannya di FB miliknya, Kamis (5/9/2019).

LSM GENUS malah menuding pemerintah pusat terutama Kemenhub RI”main sabu” dalam penerbitan izin Penlok Bandara Buleleng. “Hasil investigasi dan advokasi LSM Gema Nusantara Buleleng Bali, ada dugaan main sabun dalam arti hanya gontak ganti baju,” tuding Anton.

Dengan nada sinis Anton menyatakan, “Terbitkan Penlok tidak perlu berpura-pura cek lokasi, evaluasi. Tidak perlu main opini, yang penting kerja sesuai sistem pasti hasil yang didapatkan, daripada kerja cek, evaluasi di luar sistem maka yang didapatkan hanyalah masalah.”

“Buat LSM Gema Nusantara tetap menghormati aturan dan perundang-undangan yang berlaku sehingga tidak berdampak hukum . Saat ini, seharusnya terbitkan PENLOK bukan cek lokasi dan Evaluasi. Tuhan Memberkati,” ujar Anton dalam cuitannya lagi.

Ia menyatakan, “PT PEMBARI bekerja berdasarkan sistem dan sering dan selalu dilawan dengan investor dan atau aktor-aktor yang biasa bekerja di luar sistem. Alhasil PT PEMBARI yang putra Buleleng, Bali, tetap memenangkan semua lawan-lawannya dengan cantik.”

Kritik serupa juga disampaikan politisi Nasdem, Nyoman Tirtawan dalam cuitan di FBnya, Kamis (5/9/2019). Walaupun cuitan mantan vokalis DPRD Bali periode 2014-2019 singkat namun cukup mendalam makna dan pesan yang disampaikannya.

“Bikin secarik kertas ‘SK’ Penlok Bandara Buleleng 7 tahun lebih? Banyak garong cek-cek jadi cekcok. Bupati gabener, Menteri gabener,” kritik Tirtawan dalam cuitan FBnya.

Cuitan Tirtawan itu tampaknya mendapatkan dukungan dari seorang warganet dengan nama FB Gede Suantara. “coock asane boos,” komen Gede Suantara. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *