Bandara: Hasil Investigasi LSM GENUS, Adat Siapkan Copy Surat untuk Gubernur

Foto akun FB Antonius Sanjaya Kiabeni: Camat Suyasa dan Kelian Adat Kubutambahan Warkadea

BALIEDITOR.COM – Surat Gubernur Bali DR Ir I Wayan Koster, MM, kepada Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana untuk meminta surat-surat tanah yang hendak dijasikan lokasi pembangunan Bandara Internasional Buleleng (BIB), tidak begitu saja berlenggang bebas ke Kubutambahan.

LSM Gema Nusantara (LSM GENUS) pimpinan Antonius Sanjaya Kiabeni alias Anton langsung melakukan investigasi terhadap respon pihak terkait terhadap surat gubernur itu.

Alhasil, LSM GENUS menemukan sejumlah reaksi positif dari Kelian Desa Pakraman Kubutambahan Jro Pasek Drs Ketut Warkadea dan Camat Kubutambahan Drs Made Suyasa.

“Hasil Investigasi terhadap pelaksanaan Surat Gubernur Bali Bapak Wayan Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, terhadap rencana pembangunan Bandara Internasional Bali Utara di darat dan terletak di atas tanah due Pura Desa Adat Kubutambahan Buleleng Bali,” ucap Anton dalam cuitannya di akun FBnya, Rabu (13/3/2019).

Pertama, ungkap Anton, “Surat Gubernur Bali dikeluarkan setelah Presiden Jokowi memerintahkan Staf Khusus Presiden Bpk DR LENIS KOGOYA, S. Th., M. Hum, ke lokasi Desa Adat Kubutambahan atas dasar permohonan dan atau penyampaian aspirasi Kelian Desa Adat ke Presiden Jokowi dan tindak lanjut pengaduan komponen masyarakat ( LSM), dan Relawan-Relawan Jokowi yang ada di daerah ke Presiden melalui seminar-seminar nasional yang diselenggarakan di daerah.”

Anton membeberkan poin kedua hasil investigasinya yakni titik kordinat Bandara sudah ditetapkan oleh Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI Tahun 2017 atas pengajuan FS dari PT PEMBARI sebagai permakarsa sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku sebagai dasar.

“Dan juga atas rekomendasi Bupati Buleleng Bapak Putu Agus Suradnyana, dan rekomendasi dari Gubernur Bali Bapak Made Mangku Pastika sebagai dasar,” sambungnya lagi.

Ketiga, ungkap Anton, PT PEMBARI sebagai permakarsa sudah melakukan kerja sama dengan desa adat sejak lama. Bahwa setelah PENLOK BANDARA diterbitkan maka semua biaya yang timbul akibat proses pengembalian hak-hak para pihak tertentu, yang ada ikatan perjanjian dengan Desa Adat.

“Dan biaya-biaya tersebut telah mendapat persetujuan Desa Adat maka PT PEMBARI siap melunasi biaya-biaya termaksud. Sehingga Desa Adat mutlak memperoleh hak-hak atas tanah duwe pura secara penuh, otonom, dan mandiri. Sehingga bisa disertakan SAHAM pada BANDARA INTERNASIONAL BALI UTARA di Desa Kubutambahan berdasarkan perjanjian-perjanjian berikutnya,” paparnya lagi.

Anton membeber poin keempat hasil investigasinya, “Bahwa semua elemen masyarakat adat, Desa Adat Kubutambahan sepakat dan mendukung pembangunan Bandara Internasional Bali Utara diatas lahan Duwe Pura Desa Adat Kubutambahan.”

“Dan didukung juga oleh semua kepala desa se-Kecamatan Kubutambahan,. Sehingga sebagai bukti kemarin Bapak Camat Kubutambahan dan Kelian Desa Adat mempersiapakan copy-copy dokumen tanah termaksud untuk memenuhi permintaan Bupati Buleleng atas permohonan Gubernur Bali,” ungkap Anton yang juga pentolan Relawan Jokowi-Ma’ruf Amin di Bali itu.

Kelima, LSM GENUS beharap, Penlok sudah bisa diterbitkan sebelum Pilpres 17 April 2019 mendatang. “Mudah-mudahan PENLOK keluar sebelum Pilpires. Doa dari seluruh komponen krama Buleleng, Bali Utara, Bali, sangat diharapkan. Astungkare, Insyah Allah, Pujisyukur Tuhan Memberkati,” cuit Anton di penutupan cuitannya di akun FB miliknya. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *