Bandara Internasional Buleleng: Kastawan Anulir Klaim Data Petinggi PT BIBU

Foto Ist: Gde Kastawan keberatan atas klaim data PT BIBU

BALIEDITOR.COM – Ibarat petir si siang bolong, PT BIBU “ditampar” salah satu tokoh yang masih mempersoalkan tanah atau lahan yang menjadi koordinat pembangunan Bandara Internasioonal Buleleng (BIB) di darat, Gde Kastawan yang akrab disapa Jro Kastawan.

Itulah situasi yang dihadapi PT BIBU yang mewacanakan pembangunan Bandara Internasional Buleleng (BIB) di laut.

Kok bisa? Klaim salah satu petinggi PT BIBU, Iwan, bahwa pihaknya sudah mendapat data autentik yang sekaligus menjadi “kartu AS” untuk menggagalkan rencana pembangunan BIB di darat yang dimotori oleh PT PEMBARI, langsung dianulir Jro Kastawan.

Jro Kastawan yang mendatangi redaksi Balieditor.com di Jalan Pulau Sugara No 22 Tamansari, Singaraja, Bali, Sabtu (18/5/2019) menceritakan, Iwan mengklaim bahwa data dan informasi yang diberikan Jro Kastawan kepadanya sudah disampaikan ke Istana Negara (Istana Presiden) melalui Menkopolhukam. Kehadiran Jro Kastawan itu untuk mengklarifikasinya. Karena ia merasa tidak pernah memberikan data apapun kepada PT BIBU.

Bahkan, cerita Jro Kastawan, Iwan menyebut Jro Kastawan sebagai pahlawan bagi masyarakat Bali karena telah memberikan data penting terkait status lahan yang jadi koordinat pembangunan BIB, yang masih bermasalah. Jro Kastawan mengaku bahwa informasi tentang klaim data itu disampaikan kepada dirinya via WhatsApp (WA).

“Mendapat informasi itu, saya kaget dan saya mempertanyakan data yang diklaim dari saya itu. Karena saya tidak merasa kasih data (SHM dan SHGB ganda tanah) kepada siapapun maka saya keberatan dengan klaim Pak Iwan itu,” tandas Jro Kastawan.

Jro Kastawan mengungkapkan, sebelumnya mantan Wakil Ketua DPRD Buleleng dari Fraksi TNI/Polri periode 1999-2004, Kompol Made Sudana, SH, yang ngebet berburu data SHM dan SHGB ke Jro Kastawan.

“Saya tidak mau kasih data yang dia minta karena sudah mempunyai kepentingan lain. Padahal saya kan hanya ingin agar persoalan status tanah itu diselesaikan dulu baru membangun. Itu saja tujuan saya, tetapi Pak Made Sudana kan orientasinya sudah lain makanya saya tidak kasih data penting,” cerita Jro Kastawan.

Dibeber Jro Kastawan tanggal 9 April 2019 pagi sekitar pukul 08.15 wita Sudana datang ke ruamh Jro Kastawan di Kubutambahan mengejar data penting yakni SHM dan SHGB ganda tanah lokasi rencana dibangun BIB itu, namun ia tidak memberikannya.

“Yang saya kasih itu photocopy perjanjian kontrak tanah adat Desa Kubutambahan, dan keterangan riwayat masalah tanah adat desa. Nah, Pak Made Sudana membawa info dan data saya ke Menkopolhukam. Itu hanya sebatas keterangan riwayat masalah tanah adat Desa Kubutambahan tidak terlampir,” beber Jro Kastawan.

Maka, ungkap Jro Kastawan, ketika ia diinformasikan Iwan bahwa data yang diklaim diberikan olehnya sudah masuk ke Istana Negara, ia lansgung menghubungi Made Sudana via WA. Tujuannya mempertanyakan data yang diklaim oleh Iwan dari dirinya.

“Om Swastiastu Pak Made, tiang (saya, red) sangat mengganggu tadi malam jam 23.00 wita tiang terima berita dari Pak Iwan di Jakarta, bahwa ada info dan data tiang sudah sampai di Istana melalui Menkopolhukam, tiang kaget dan tanda tanya,” protes Jro Kastawan kepada Made Sudana via WA.

Jro Kastawan kembali menegaskan bahwa dia tidak pernah memberikan data kepada Made Sudana maupun siapapun di PT BIBU. “Makanya saya keberatan kalau nama saya dibawa-bawa. Saya tegaskan bahwa saya tidak pernah kasih data,” pungkas Jro Kastawan. (frs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *