Bandara: Usai Anton Berteriak, Konsorsium Tinjau Lagi Lokasi Bandara Internasional Buleleng

Foto Humas Pemkab Buleleng for Balieditor.com: Konsorsium pembangunan BIB audensi ke Pemkab Buleleng

BALIEDITOR.COM – Setelah didiamkan sekian bulan dengan berbagai alasan klasik, ini isu pembanguan Bandara Internasional Buleleng (BIB) kembali muncul ke permukaan.

Munculnya kembali isu pembangunan BIB setelah LSM Gema Nusantara (GENUS) Buleleng, Bali, pimpinan Antonius Sanjaya Kiabeni, berteriak lantang mempernyatakan komitmen pemerintahan Jokowi untuk menerbitkan izin Penlok seperti yang dmuat Balieditor.com edisi Senin (26/8/2019) malam.

Selasa (27/8/2019) konsorsium yang akan membangun BIB yaitu tepatnya di Kabupaten Buleleng telah meninjau kembali lokasi yang akan menjadi tempat berdirinya Bandara, yakni di Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan. Apakah kehadiran pihak konsorsium ini pertanda pembangunan Bandara Internasional di Bali Utara sebentar lagi akan terwujud atau hanya aksi basa-basi.

Namun dalam pertemuan konsorsium dengan Pemkab Buleleng yang diwakili Wabup Nyoman Sutjidra dan Asisten III Setkab Buleleng Gede Suyasa mulai tergambar optimisme bahwa pembangunan BIB bakal segera terwujud.

Baca Juga:  Dijanjikan PNS, Indra Kusuma Ketipu Rp 200 Juta

Ditemui usai melaksanakan audiensi, Presiden Direktur PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, Lukman Hidayat menjelaskan, dirinya bersama dengan pihak PT Angkasa Pura I (Persero), Kementerian Kemaritiman Republik Indonesia, Perusahaan Daerah (Perusda) Provinsi Bali telah melakukan Feasibility Study untuk menilai kelayakan lokasi yang akan dijadikan tempat berdirinya Bandara. Hal tersebut dilakukan agar nantinya dapat meminimalisir berbagai persoalan ketika proses pembangunan dimulai.

“Kami sebagai pemrakarsa memastikan kondisi di lapangan, dan disini kami melaporkan hasilnya kepada Wabup Sutjidra selaku kepala daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Wabup Sutjidra menyambut baik kunjungan dari konsorsium tersebut. Ia mengatakan, segala regulasi yang diberikan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI sudah ditindaklanjuti oleh pihak konsorsium yang akan membangun Bandara di Bali Utara ini. Kata dia, Pemkab Buleleng tentu sangat mendukung kegiatan-kegiatan yang sudah dinantikan oleh masyarakat Buleleng, khususnya di Kecamatan Kubutambahan. Nantinya tentu akan ada tindak lanjut dari pihak Pemkab Buleleng, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, dan desa adat mengenai lahan yang akan disiapkan.”Kami akan tindaklanjuti dengan pembicaraan yang lebih intensif lagi untuk mempercepat prosesnya,” katanya.

Baca Juga:  Anggaran Pembebasan Lahan Shortcut Singaraja-Mengwitani Tuntas

Berbagai persiapan yang sudah dilakukan oleh pihak konsorsium, lanjut Wabup Sutjidra, dinilai sudah sangat cepat baik itu dari segi kesiapan desain, hingga feasibility studynya, tinggal menunggu peran dari Perusda Bali, serta rekomendasi dari Gubernur Bali, dan Bupati Buleleng mengenai area lahan untuk mendapatkan Penetapan Lokasi (Penlok) Bandara. Kehadiran konsorsium ke Buleleng juga membicarakan syarat-syarat yang harus dipenuhi nantinya untuk Penlok Bandara diantaranya feasibility study, kajian teknis, serta kesiapan dan pengamanan lahannya, sehingga melalui hasil studi ini nantinya Kemenhub RI akan mengeluarkan Penlok Bandara.

”Mudah-mudahan semuanya bisa berjalan lancar, Penlok segera bisa ditentukan, sehingga apa yang kita nanti-nantikan akan segera terwujud demi kemajuan Buleleng,” pungkas Sutjidra. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *