Bangunan Posyandu “Bergoyang”: Ada Dugaan Manipulasi Gambar Denah Lantai I

Gambar yang diduga dimanipulasi

Gambar yang diduga dimanipulasi

BALIEDITOR.COM – Kesalahan ditutup dengankesalahan, akhirnya terungkap dengan sendiri. Ini yang terjadi pada polemic bangunan Posyandu “bergoyang” di Banjar Dinas Pendem, Desa Alasangker, Buleleng, Bali.

Inilah Gambar Bangunan Posyandu yang berisikan 8 kolom utama

Inilah Gambar Bangunan Posyandu yang berisikan 8 kolom utama

Diduga untuk menyelamatkan Perbekel Alasangker, I Wayan Sitama, ada upaya memanipulasi gambar bangunan itu. Ini terungkap dari hasil investigasi Balieditor.com.

Hasil investigasi Balieditor.com terungkap bahwa kini ada dua gambar rencana pembangunan Balai Posyandu di Banjar Dinas Pendem, Desa Alasangker itu. Dalam gambar rencana pertama (yang sesungguhnya) yang dipakai sebagai dasar membangun Balai Posyandu itu terdapat delapan kolom utama di lantai satu.

Gambar rencana pembangunan Balai Posyandu yang lebih tepat disebut penyulapan Balai Banjar, Banjar Dinas Pendem, menjadi Balai Posyandu, itu digambar oleh tukang gambar bernama Komang Budiasa, S.Pd.

Namun setelah bangunan itu dipersoalkan oleh masyarakat setempat karena kualitas bangunan yang jauh di bawah standar mutu bangunan, ada upaya memanipulasi gambar rencana itu. Lucunya, tukang gambarnya pun tetap orang yang sama yakni Komang Budiasa, S.Pd.

Masyarakat tidak terima alias menolak bangunan itu karena pembangunan Balai Posyandu itu tidak sesuai dengan gambar. Salah satunya adalah kolom utama di lantai satu di dalam gambar sebanyak delapan buah, namun faktanya atau realisasinya cuma ada enam kolom utama di lantai satu.

Dalam gambar rencana kedua yang diduga kuat hasil manipulasi untuk menyelematkan Perbekel I Wayan Sitama dan Panitia Pembangunan, hanya diisi enam kolom utama. Menariknya, dalam laporan ke Dinas PUPR Kabupaten Buleleng, gambar rencana dugaan hasil manipulasi itulah yang dilampirkan dalam laporan itu sebagai upaya mencari pembenaran atas fakta bangunan yang telah bertentangan dengan gambar rencana pembangunan balai bermasalah itu.

Kalau mencermati dengan seksama dan teliti gambar kedua maka terdapat banyak kejangalan seperti angka ukuran dari dua sisi bangunan itu pun tidak lengkap tercantum.

Misalnya, dalam gambar rencana awal (asli) dengan jelas tercantum angka ukuran panjang dan lebar bangunan itu yakni panjang=688 dan lebar=505. Sedangkan di dalam gambar rencana yang diduga hasi lmanipulasi hanya tercantum angka ukuran panjang 688 meter, sedangkan angka ukuran lebar terlihat kosong alias tidak tercantum.

Kejangalan lain juga terdapat di gambar denah lantai 2. Misalnya, dalam gambar awal (asli) terdapat gambar lokasi rencana kulkul dengan luas 165 x 165. Sedangkan di dalam gambar kedua yang diduga kuat hasil manipulasi tidak terdapat gambar rencana kulkul.

Bagaimana komentar tukang gambar bernama Komang Budiasa? Budiasa belum bisa memberikan keterangan karena saat dihubungi Balieditor.com Seni (16/4/2018) sore pukul 16.44 wita ia masih dalam perjalanan dan sedang menyetir mobil. “Saya masih di Gitigt, sedangkan dalam mobil Pak. Saya sedang setir pak, nanti aja ya,” ujar Budiasa. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *