Bangunan Posyandu “Bergoyang”: Aneh! Inspektorat Buleleng Bilang Aman

Foto Balieditor.com-ngr: Bangunan Pasyandu "bergoyang"

Foto Balieditor.com-ngr: Bangunan Pasyandu “bergoyang”

BALIEDITOR.COM – Aneh sikap Inspektorat Kabupaten Buleleng, Bali, terhadap bangunan Posyandu berlantai 2 di Banjar Dinas Pendem, Desa Alasangker, Buleleng, senilai Rp 224 juta lebih yang bergoyang akibat kualitas yang dinilai buruk.

Kok bisa? Inspektorat Buleleng bilang bangunan kualitasnya buruk itu malah dinyatakan aman.

Inspektorat merujuk pada hasil kajian yang diberikan Dinas PUPR Buleleng kepada Inspektorat.

Meski dinyatakan aman, Inspektorat Buleleng memberikan rekomendasi teguran kepada Pemerintah Desa Alasangker dan panitia pembangunan, berdasarkan pengaduan dari masyarakat yang sebelumnya menolak bangunan itu untuk diserahterimakan.

Kepala Inspektorat Buleleng, Putu Yasa dengan penuh percaya diri mengatakan bahwa polemik bangunan gedung Posyandu “bergoyang” di Banjar Dinas Pendem, Desa Alasangker, sudah final.

“Itu sudah final, ya aman. Aman-nya itu, dari hasil kajian dinas PU. Kami kan mengacu pada hasil kajian Dinas PU secara tekhnis, karena kami tidak punya tenaga tekhnis,” kata Yasa, Jumat (23/2/2018) di ruang kerjanya.

Lucunya, kendati bangunan dinyatakan secara kualitas namun Inspektorat menemukan pelanggaran lain. Dari hasil investigasi Inspektorat, ungkap Yasa, ditemukan adanya kelebihan pembayaran terhadap pembangunan fisik bangunan bermasalah itu.

“Memang (Kualitas kurang, red) tapi dari PU kan ada hasil kajian, itu aman. Kalau masalah goyang, ya mungkin karena posisi bangunan ada di sisi jalan. Memang ada kelebihan bayar, itu sudah dikembalikan. Kami juga sudah rekomendasi berupa teguran ke pihak desa, atas pengaduan masyarakat-nya,” jelas Yasa.

Anehnya lagi, Yasa malah menyalahkan masyarakat. Kata dia, seharusnya masyarakat sebelum bangunan itu selesai 100 persen harus mengoreksi.

“Kan harusnya dulu, waktu rapat itu masyarakat koreksi atau apa. Sekarang bangunan itu sudah berdiri, apa harus dibongkar?” cetus Yasa. (ngr/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *