Bank Buleleng 45: Gandeng Dinas Perkimta, Sasar Pegawai Harian Lepas Jadi Nasabah

Foto-Foto Istimewa: Kadis Perkimta dan Dirut Basnk Buleleng bersalaman usai  menandatangani MoU

Foto-Foto Istimewa: Kadis Perkimta dan Dirut Basnk Buleleng bersalaman usai menandatangani MoU


BALIEDITOR.COM – Direksi PD BPR Bank Buleleng 45 cukup brelian. Untuk mengembangkan bank milik Pemkab Buleleng, Bali, itu direksi merangkul instansi pemerintah di Bali Utara itu. Salah satunya Bank Buleleng 45 menjalin kerjasama dengan Dinas Perkimta Kabupaten Buleleng, untuk menyasar pegawai berpenghasilan rendah seperti tenaga harian lepas menjadi nasabah agar tidak menjadi korban “lintah darat”.

“Kita tak ingin saat masyarakat berpenghasilan rendah seperti tenaga harian lepas membutuhkan dana menjadi korban lintah darat,” jelas Dirut PD BPR Bank Buleleng 45, I Nyoman Suarjaya, kepada Balieditor.com di ruang kerjanya, Jumat (9/3/2018).

“Saat mereka butuh dana untuk keperluan rumah tangga atau upacara adat jangan lagi dijerat oleh lintah darat dengan bunga tinggi. Di sini lah Bank Buleleng dalam misi ikut membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahtraan masyarakat buleleng ingin selamatkan mereka,” sambung Suarjaya.

Kata Suarjaya, kerja sama Bank Buleleng 45 dengan Dinas Perkimta dilakukan melalui penandatanganan MoU antara kedua pihak.

“Awalnya kami ingin ajak mereka ikut Arisan Motor Scoopy, tapi melihat mereka itu butuh uang namun mereka dijerat lintah darat dengan bunga tinggi mencapai 2,5 persen. Maka kami arahkan dan ajak mereka ambil kredit d Bank Buleleng 45 dengan bunga murah dan persyaratan mudah serta cepat cair,” paparnya.

Para tenaga harian lepas menyimak penjelasan Dirut Bank Buleleng 45

Para tenaga harian lepas menyimak penjelasan Dirut Bank Buleleng 45

Untuk para tenaga harian lepas itu, sebut Suarjaya, diberi kredit rata-rata Rp 10 juta hingga Rp 15 juta dengan jangka waktu maksimal 3 tahun. “Cicilan angsuran perbulannya mulai dari 50 persen hingga 60 persen dari pendapatan mereka. Biar gaji mereka masih sisa untuk dibawa pulang,” urai Suarjaya.

Menariknya, sebut Suarjaya, pihaknya bukan hanya sekedar menawarkan kredit saja tapi memberikan edukasi kepada masyarakat baik untuk memanfaatkan uang untuk kebutuhan keluarga, serta mengedukasi masyarakat untuk menabung. Itu dilakukan dengan langsung mendatangi kantor Perkimta utk memberi sosialisasi kepada seluruh tenaga harian lepas. Disana dijelaskan sendiri oleh Dirut Bank Buleleng tentang Fungsi bank, jangan sampai masyarakat dibodohi oleh pihak yg tidak bertanggungjawab.

Dari hasil penandatanganan MOU kerja sama dengan Dinas Perkimta yg dilakukan akhir bulan Februari tercatat 31 orang sudah dicairkan uangnya. “Sudah 31 yang cair mulai dari Rp 5 juta sampai Rp 15 juta. Tapi didominasi Rp 10 juta. Ini yang tanpa anggunan,” urai Suarjaya.

“Kalau di Bank BPR 45 bunganya cuma 1,75 menurun, dan itu bunga sama yg diberikan oleh lembaga sejenis BPR yang ada di Kabupaten Buleleng,” tambahnya lagi.

Ia berencana akan menjalin kerja sama dengan semua instansi pemerintah di lingkup Pemkab Buleleng. “Berikutnya kami akan menjajaki DLH dan RSUD. karena kedua instansi itu juga memiliki banyak tenaga harian lepas. Target kami semua instansi pemerintah kami akan jalin kerja sama,” pungkas Suarjaya. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *