Bantu Pemkab Buleleng, Tirtawan Beli Sampah Plastik Punggutan Manuksesa Chlidren Project

Foto Ist: Sampah plastik yang dibeli Tirtawan dari Manuksesa Children Project siap dikirim ke TPA Bengkala[/caption

BALIEDITOR.COM – Ternyata politisi NasDem Bali, Nyoman Tirtawan, tidak hanya mengkritisi dan memberikan masukan tentang penanganan sampah plastik kepada pemerintah.

Tetapi aktivis lingkungan asal Desa Bebetin, Kecamatam Sawan, Kabupaten Buleleng, itu langsung melakukan action.

Sebagai bukti, Tirtawan langsung menggerahkan Manuksesa Children Project memunggut sampah-sampah plastik di selokan, area sawah dan lingkungan sekitar di Desa Bebetin.

“Daripada mencemari sawan dan sampah dibawa banjir menuju laut (TPA alami), lebih baik anak-anak ini punggut dan dikumpulkan sampah-sampah plastik itu,” jelas Tirtawan yang dikutip Balieditor.com dari akun facebooknya, Sabtu (9/11/2019) siang.

Baca Juga:  Pileg: Bawaslu Tak Bisa Memproses? Sejumlah Masyarakat Desak Bawaslu Bertindak

Kata dia, hasil panen sampah plastik yang dipunggut oleh Manuksesa Children Project di selokan, area sawah dan lingkungan sekitar itu langsung dibeli oleh Tirtawan dengan harga perkilo Rp 1000.

“Saya bayar sampahnya Rp 1000 perkilo dan sampah tersebut dibawa ke TPA Bengkala,” ucap Tirtawan yang juga pengusaha restoran dan vila itu.

Apa motivasinya? Tirtawan mengungkapkan bahwa cara ini sebagai upaya dan wujud partisipasi dirinya dalam membantu Pemkab Buleleng untuk mewujudkan “Buleleng Bebas Sampah Plastik tahun 2015”.

Baca Juga:  Birokrasi: Suyasa Resmi Jabat Sekkab, Ganti Dewa Puspaka

“Menolong Pemkab Buleleng dalam mewujudkan ‘Buleleng Bebas Sampah Plastik Tahun 2015’. Sebagai masyarakat, saya harus ikut aktif dalam menjaga lingkungan yang bersih dari sampah plastik,” papar mantan vokalis DPRD Bali periode 2014-2019 itu.

Aksi bersih-bersih dengan APBS (Anggaran Pendapatan dan Belanja Sendiri) itu, beber Tirtawan, sudah dilakukan sejak tahun 2008 lalu.

“Kami lakukan sejak tahun 2008. Kami bicara kritis, bukan aktivis medsos dan lakukan secara konsisten, sponsori dengan APBS (Anggar Pendapatan dan Belanja Sendiri). Salam Restorasi,” pungkas Tirtawan. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *