Banyak Proyek Mangkrak, Senin Komisi II DPRD Buleleng Bakal Adili TP4D Cs

Foto Istimewa: Seorang warga Singaraja menatap kegagalan poryek Patung Bung Karno, Pendiri Bangsa Indonesia

BALIEDITOR.COM – Banyaknya megaproyek di Buleleng, Bali, yang megaburan nan macet di tahun anggaran 2018 hingga Februari 2019 belum klir, membuat DPRD Buleleng gusar.

Salah satu proyek prestisius bernilai miliar rupiah yang menjadi sorotan public adalah RTH Bung Karno di perbatasan Kota Singaraja-Sukasada. Padahal dalam pengawasannya, selama ini Pemkab Buleleng sudah melibatkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng melalui tim TP4D. Ada apa?

Untuk menjawab pertanyaan itu, Komisi II DPRD Buleleng berencana akan mengundang Dinas Perkimta Buleleng, Dinas PUPR, Badan Layanan Pengadaan (BLP) Buleleng, serta Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D)

Sesuai surat undangan yang didapat Balieditor.com Kamis (14/2/2019) siang menyebutkan bahwa agenda rapat adalah membahas evaluasi pelaksanaan proyek tahun anggaran 2018 bertempat di ruang Komisi II DPRD Buleleng.

Surat undangan yang ditandatangani langsung Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, SH, itu menyebutkan bahwa rapat yang digelar Senin (18/2/2019) itu bakal dilaksanakan pukul 10.00 wita.

Surat undangan DPRD Buleleng tersebut bernomor: 005/287/DPRD, tertanggal 12 Februari 2019.

Khusus proyek RTH Bung Karno Tahap III, sesuai resume identifikasi diuraikan seperti berikut. Sesuai kontrak kerja proyek itu dilaksanakan 24 Agustus 2018 sampai dengan 22 Desember 2018 dengan nilai kontrak Rp 5.479.000.000 dengan kontraktor pelaksana PT Chandra Dwipa dengan nomor kontrak kerja: 600/1188/RTH/2018.

Yang menarik nan lucu, dalam uraian pekerjaan tidak ada penyebutan pembuatan patung Bung Karno. Nama pekerjaan cuma disebutkan “Pembangunan Ruang Terbuka Hijau Taman Bung Karno”.

Padahal faktanya bahwa tahap III ini adalah pembuatan patung Bung Karno berlapis perunggu di kawasan Jogjakarta. Dan hingga kini tidak selesai pembuatan patung Bung Karno itu sehingga proyek ini mangkrak.

Pada tanggal 7 September 2018 dilakukan addendum I terhadap kontrak Nomor: 600/1188/RTH/2018 tanggal 24 Agustus 2018. Perkembangan pekerjaan dalam objek addendum “Item Pekerjaan Minor”.

Tanggal 18 Desember 2018 dilakukan addendum II terhadap kontrak Nomor: 600/1188/RTH/2018 tanggal 24 Agustus 2018. Kemudian tanggal 22 Desember 2018 batas waktu terakhir kontrak kerja Nomor: 600/1188/RTH/2018 tanggal 24 Agustus 2018. Dilanjutkan dengan perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan selama 50 hari kalender, sampai 9 Februari 2019.

Tanggal 31 Desember 2018, berita acara pemeriksaan pekerjaan termin I atas kontrak Nomor: 600/1188/RTH/2018 tanggal 24 Agustus 2018. Hasilnya, progress fisik di lapangan 54, 976 persen.

Tanggal 9 Februari 2019, ternyata pekerjaan pembangunan RTH Taman Bung karno “TIDAK SELESAI”. Sehingga dilakukan ‘PEMUTUSAN KONTRAK KERJA Nomor: 600/1188/RTH/2018 tanggal 24 Agustus 2018”. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *