Baru Beroperasi Setahun, Plafon IGD RSUD Buleleng Sudah Bocor

Foto Balieditor.com-ngr: Plafon IGD RSUD Buleleng sudah bolong

Foto Balieditor.com-ngr: Plafon IGD RSUD Buleleng sudah bolong

BALIEDITOR.COM – Gedung megah berlantgai empat, tetapi kualita bangunanya tidak sesuai dengan kemegahan fisiknya. Sebagai bukti, baru setahun beroperasi tetapi plafon IGD RSUD Kabupaten Buleleng sudah bocor.

Akibatnya air pun terus menetes ke lantai. Menariknya, atap plafon yang bocor ini malah tidak kunjung diperbaiki, melainkan hanya ditaruh ember di lantai sebagai tempat untuk menampung air yang menetas dari plafon. Lantai pun menjadi licin.

Informasi yang diperoleh Balieditor.com dari karyawan RS “plat merah” itu bahwa plafon IGD itu bocor sejak 2 hari lalu ini, Pihaknya manajemen seolah mengabaikan kondisi itu. Dari pantauan di lokasi, memang air terus menetes dari atap plafon yang bocor yang berada persis di lokasi menuju ruangan IGD anak. Meski ditaruh ember di lantai, air itu masih tetap menetes ke lantai, sehingga membuat lantai menjadi licin.

. “Sudah 2 hari itu, tapi belum diperbaiki. Kurang tahu saya, kenapa belum diperbaiki,”ujar salah seorang petugas di IGD RSUD Buleleng yang enggan ditulis namanya, Senin (4/12/2017).

Reaksi keras justru datang dari gedung dewan. Wakil Ketua II DPRD Buleleng, Made Adi Purnawijaya. Adi Purnawijaya, mengkritik keras sikap cuek manajemen RSUD yang membiarkan platon itu terus mengaliri air ke lantai. Bahkan Adi mengaku, diri melihat sendiri kondisi memalukan itu.

“Saya antar anak sakit tadi (Senin (4/12/2017), red) ke IGD. Saya lihat kok, atap plafon seperti bocor, ada ember di bawah. Kan lucu ya, masak itu saja tidak bisa diperbaiki. Itu bahaya, karena lantai licin,” kata Adi Purnawijaya.

Menurut Adi, jika memang manajemen RSUD Buleleng bagus, maka kondisi itu bisa cepat diperbaiki, bahkan dalam hitungan satu hari. “Airnya datang dari mana saya kurang tahu, itu diatas plafon. Saya sempat tanya ke perawat, itu sudah 2 hari katanya. Saya minta, RSUD agar segera menyikapi kondisi itu. Jika tidak, kami akan bawa persoalan ini ke RDP,” tegas Adi Purnawijaya.

Bukan hanya soal kondisi atap yang bocor, pelayanan RSUD pun menjadi sorotan Adi. Sebagai bukti kata dia, banyak perawat justru duduk santai dan bercanda, di tengah ada pasien yang perlu mendapatkan perawatan medis. “Ini memang karena manajemen kurang bagus, harapan kami pelayanan bisa lebih bagus lagi. Kalau memang Perawat ataupun staf RSUD tidak bisa memberikan pelayanan yang baik, silahkan mundur,” jelas Adi.

Sorotan serupa juga datangdari Srikandi Demokrat Buleleng, Luh Hesti Ranitasari. Menurut Rani, ketika Komisi IV melakukan sidak di RSUD, pihaknya memang menemukan kejanggalan pada plafon pada bangunan baru di ruang IGD RSUD Buleleng.

“Ya, plafon terlihat basah, seperti ada air menggenang. Bahkan air terlihat menetes ke lantai, dan itu kan bisa membayakan pasien. Ya, kalau pasien terpeleset dan terjatuh bagaimana?,” kritik Rani yang menjabat Ketua Fraksi Demokrat itu.

Bahkan dijelaskan, temuan tersebut sudah langsung ditanyakan kepada Dirut RSUD Buleleng, Wiartana. “Sudah kami sampaikan saat itu, katanya mau diperbaiki pakai anggaran pemeliharaan RSUD Buleleng. Kami sarankan, agar pihak RSUD secepatnya melakukan kordinasi kepada pihak kontraktor guna memperbaiki kerusakan itu. Itu kan masih dalam tahap pemeliharaan,” ungkap Rani.

Sementara Dirut RSUD Buleleng, Gede Wiartana berjanji akan segera memperbaiki plafon yang terlihat bocor tersebut. “Kami akan segera memperbaiki menggunakan anggaran pemeliharaan yang dimiliki oleh RSUD,” pungkas Wiartana, saat komisi IV DPRD Buleleng melakukan sidak, belum lama ini. (ngr/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *