Batu Ampar-Gate: Kajari Buleleng Diperiksa Ombudsman Perwakilan Bali

Surat dari Ombudsman RI Perwakilan Bali untuk Kajari Buleleng

BALIEDITOR.COM – Ternyata bukan hanya eksekutif dan legislative di Kabupaten Buleleng, Bali, yang dimintai keterangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, namun Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Buleleng pun diincar.

Kali ini Kajari Buleleng dipanggil oleh Ombudsman RI Perwakilan Bali untuk dimintai klarifikasi terkait kasus dugaan penyalahgunaan wewengan oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradanyan dalam pelepasan tanah asat daerah milik Pemkab Buleleng di Batu Ampar, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng.

Ombudsman RI Perwakilan Bali melayangkan surat panggilan tertanggal 11 Mei 2018 dengan perihal permintaan penjelasan atau klarifikasi secara langsung. Menurut surat panggilan tersebut, Kajari Singaraja diminta hadir Rabu (16/5/2018) hari ini pukul 09.00 wita. Tempat pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Buleleng di Jalan Dewi Sartika No.23 Singaraja.

Dalam surat tersebut disebutkan bahwa pemeriksaan secar langsung kepada Kajari Buleleng ini dilakukan atas dasar laporan Gede Suardana dari Forum Peduli Masyarakat Kecil (FPMK).

Untuk kepentingan pemeriksaan itu, Ombudsman RI Perwakilan Bali juga mengirim surat lain dengan perihal permintaan data/salinan dokumen.

Beberapa dokumen yang diminta Ombudsman RI Perwakilan Bali adalah dokumen laporan/pengaduan pelapor Gede Suardana; surat perintah tugas nomor: SP.1.11/Dok.3/04/2017 tanggal 10 April 2017; surat perintah tugas nomor: SP.TUG.04/P.1.11/Dok.3/04/2018 tanggal 4 April 2018 (SP Perpanjangan); dan surat-surat pemberitahuan kepada pelapor terkait perkembangan tindak lanjut laporan.

“Mengingat pentingnya dokumen dimaksud, dimohon untuk segera menyampaikan kepada kami dalam waktu 14 hari sejak diterimanya surat ini,” tulis Ombudsman RI Perwakilan Bali dalam suratnya. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *