BEE III Tahun 2018: Kembangkan Kemampuan Akademik Siswa, Panitia Gelar LCC SMP

Foto Humas Pemkab Buleleng for Balieditor.com: Lomba Cerdas Cermat Tingkat SMP di BEE 2018

BALIEDITOR.COM – Suasana Buleleng Education Expo (BEE) III Tahun 2018 kian seru dan penuh dengan atmosfer persaingan para pelaku pendidikan di Bali Utara itu.

BEE kali ini menggelar sebuah mata acara yang tergolong baru. Dikatakan baru karena selama pelaksanaan dari mulai tahun 2016, lomba ini belum pernah digelar.

Ya, lomba tersebut adalah Lomba Cerdas Cermat (LCC) antar SMP se-Kabupaten Buleleng. LCC yang pertama kali diselenggarakan ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan akademik siswa. LCC ini sendiri diselenggarakan di dalam Gedung Kesenian Gede Manik, Rabu (13/6/2018) dan telah memasuki babak semifinal.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Dr. Made Sedana, S.Pd.,M.Pd menjelaskan, LCC ini pertama kali dilakukan dalam ajang BEE ini.

LCC tingkat SMP ini diikuti oleh 10 sekolah yang merupakan perwakilan dari masing-masing kecamatan. Setiap kecamatan menyelenggarakan seleksi dan mengirim satu wakilnya. Khusus untuk Kecamatan Buleleng, karena sekolahnya banyak mengirim dua wakilnya. “Total ada 10 peserta. Masing-masing lima regu masuk semifinal dan empat terbaik akan diadu di final,” jelasnya.

Untuk menjaga independensi, soal-soal yang diajukan pada LCC ini berasal dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Bali. Para panitia LCC dan seluruh jajaran Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng tidak boleh membuka soal tersebut.

Hal ini untuk menjaga kerahasiaan soal tersebut dan menjaga kredibilitas dari LCC ini. “Soal dari LPMP Bali. Kita tidak boleh membukanya. Artinya kita sama sekali tidak mengetahui isi soal tersebut,” ujar Made Sedana.

Made Sedana juga mengatakan soal-soal ini tidak hanya dari soal sains semata. LCC ini juga mengandung hal-hal non akademis seperti menulis aksara Bali dan ngulat ketipat sebagai soal prakteknya. Dua kegiatan tersebut sebagai wujud dari tema besar BEE tahun ini yaitu “Berpikir Global, Berperilaku Lokal,”.

Kolaborasi ini bisa menjadikan siswa tidak hanya berpikir secara global namun juga bisa menguasai hal-hal yang bersifat kearifan lokal. “Kita kolaborasikan antara sains dan juga kearifan lokal agar siswa juga menguasai adat dan budaya lokal sesuai dengan tema BEE tahun ini,” ungkap peraih gelar Doktor kedua di lingkup Pemerintah Kabupaten Buleleng ini.

Dia menambahkan, sebagai kegiatan yang pertama kali dilakukan, LCC ini akan dievaluasi nantinya. Ke depan, kegiatan LCC juga akan diselenggarakan setiap tahun dalam ajang BEE. Selain itu, lomba LCC juga tidak memiliki jenjang perlombaan. Jadi, hanya perlombaan yang diselenggarakan serangkaian BEE saja. “Kita akan adakan setiap tahun untuk memeriahkan BEE,” pungkas Made Sedana. (frs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *