Belajar Energi Terbarukan, Delegasi 12 Negara ke Buleleng

Foto Balieditor.com-cha: Delegasi dari 12 negara melakukan technical visite delegates ke Power Plant Minihidro Muara,(PT.Panji Muara Raya) Desa Sambangan

BALIEDITOR.COM – Keberhasilan Buleleng dalam mengembangkan energi terbarukan melalui pengembangan pembangkit listrik (power plant) tenaga air (minihidro) mulai mendapat perhatian dunia internasional.

Sebagai bukti, Kamis (28/3/2019) delegasi dari 12 negara yang mengikuti International Conference on Integration of Variable Renewable Generation into Power Systems,yang diselenggarakan CIGRE (Conseil International des Grands Reseaux Electriques) wilayah Asia-Oceania,melakukan technical visite delegates ke Pembangkit Listrik Minihidro Muara,(PT.Panji Muara Raya) Desa Sambangan,Kecamatan Sukasada, Buleleng.

Delegasi tersebut di pimpin Dr. Ir. Herman Darnel Ibrahim Msc yang merupakan chairman KNI CIGRE wilayah Asia-Oceania.

Dalam penjelasannya, Darnel mengatakan,kunjungan delegasi dari sejumlah Negara ke pembangkit listrik bertenaga air di Sambangan merupakan peserta konferensi dari Dewan Internasioanl untuk listrik Arus Kuat (CIGRE) yang berlamsgung selama empat hari di Kuta,Badung sejak 24-28 Maret 2019.

Dan pilihannya ke power plant,Sambangan, kata dia, karena pembangkit tersebut merupakan satu-satunya pembangkit listrik di Bali yang dikembangkan dengan konsep energi terbarukan. Dan konsep itu, menurutnya, sejalan dengan konsep energi Bali yang Clean and Green.

“Delegasi melakukan visite ke Pembangkit Minihidro Sambangan karena merupakan sebuah proyek renewable energy yang berhasil. Di samping tempatnya menarik di pegunungan dan sumber energei terbarukan serta memiliki skema khusus dengan PLN yakni dibangun swasta dan menjual listriknya ke PLN,” jelas Herman Darnel.

”Intinya kita ingin memperlihatkan kepada delegasi dari luar negeri salah satu aktifitas yang menggunakan energy terbarukan di Pulau Bali,” tandasnya.

Darnel yang merupakan salah satu anggota Dewan Energi Nasional (DEN) mengatakan,dengan menggunakan konsep clean and green mestinya tantangannya semakin banyak membangun sumber energy terbarukan.

”Sebanyak mungkin membangun energi yang bersumber dari energi terbarukan,mislanya geoethermal,tenaga air,tenaga angin dan matahari termasuk sampah,”ujarnya.

Di Bali,kata Darnel,dua potensi yang bisa dikembangkan dengan menggunakan energy terbarukan yakni geothermal dan sampah.Namun,katanya,sumber energi dari geothermal mendapat penolakan dari masyarakat.Sedangkan yang bersumber dari sampah pernah dikembangkan namun gagal.

”Pembangkit dengan bersumber sampah pernah dibangun tahun 2007 ,saya yang resmikan namun tidak beroperasi dengan baik.Jadi yang bisa diharapkan itu tenaga air dan tenaga matahari,”ucapnya.

Menurut Darnel,tantangan kedepan semakin berat mengingat konsumsi listrik di Bali sudah 700 MW dan energi terbarukan sangat sedikit.

”Kedepan yang paling mungkin itu menggunakan enregi matahari.Saya sendiri berterima kasih kepada masyarakat Bali karena power plant bertenaga air diterima di lokasi ini (sambangan,red).Kami berharap ditempat lain bisa dikembangkan untuk menjawab tantangan energi kedepan,” pungkad Darnel. (cha/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *