Bencana Kemarau Panjang, Desa Kayuputih Mulai Kesulitan Air

Foto Balieditor.com-ngr: Desa Kayuptih kekeringan air bersih. Sebua mobil pick-up sedang mengangkut tanki air

BALIEDITOR.COM – Bencana demi bencana terus melanda negeri ini. Akibat musim kemarau yang berkepanjangan, sejumlah wilayah di Kabupaten Buleleng, Bali, mengalami kekeringan.

Akibat kekeringan itu, membuat sejumlah desa di Buleleng mulai kesulitan mendapat air bersih, karena debit air mulai menurun. Kondisi ini dialami oleh Desa Kayuputih, Kecamatan Sukasada, Buleleng.

Sebagian masyarakat Desa Kayuputih, kini kesulitan untuk mendapatkan air, akibat kekeringan lantaran musim kemarau yang panjang. Tak jarang akibat kondisi ini, membuat sebagian warga terpakaa harus mencari air ke luar desa, hingga ke wilayah Dusun Labuan Aji, Desa Temukus.

Kondisi ini sudah dialami oleh warga Desa Kayuputih, sejak beberapa hari belakangan ini. Bahkan, kebun-kebun milik warga mulai mengering karena kekeringan dan debit air yang ada di daerah atas sudah mulai mengalami penyurutan.

Menurut penuturan salah seorang warga Dusun Melaka Desa Kayuputih, Komang Ariantini mengatakan, sebagian warga saat ini kesulitan mendapatkan air untuk minum dan mandi. Selama ini kata Ariantini, warga mengambil air dari sungai menggunakan selang, namun karena debit air turun, terkadang warga tidak mendapat air.

“Debit air disini mengecil. Saya untuk minum sama mandi susah dapat air.ini pertama kali terjadi kekeringan ll seperti ini. Bukannya saya saja yang sulit dapat air, tetangga juga sulit dapat air,” ungkap Ariantini.

Kekeringan dan sulitnya sebagian warga mendapat air, dibenarkan oleh Perbekel Desa Kayuputih, Ketut Sumenaya. Menurut Sumenaya, sumber air yang selama ini menjadi penghidupan warga berasal dari hutan yang ada di desanya. Namun kini debit airnya sudah mulai menurun, akibat musim kemarau yang panjang.

“Sekarang ada air, tapi kecil. Kalau tahun lalu air-nya banyak sampai warga bisa menggunakan untuk tanaman. Sekarang, tanaman dibiarkan mengering daripada semua mati kekeringan. Sekarang sangat kering sampai sempat kemarin terjadi kebakaran lahan,” kata Sumenaya, Rabu (24/10/2018) siang.

Akibat kesulitan air bersih, warga pun sampai membeli air per tangki dan itu harus menunggu beberapa hari setelah melakukan pemesanan, agar kebutuhan air terpenuhi. Meski kekeringan melanda desa Kayuputih, namun Sumenaya mengaku, sudah melakukan upaya-upaya, sehingga kebutuhan air untuk warga di desanya terpenuhi.

“Saya sudah kordinasi dengan pemilik-pemilik Villa di Desa Kayuputih untuk sementara tidak memakai air desa, kami sarankan keluar desa untuk mencari air, karena warga sedang membutuhkan. Tapi kami juga akan bersurat ke instansi terkait untuk segera membantu warga kami, minimal dibawakan air bersih,” pungkas Sumenaya. (ngr/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *