Bencana: Putting Beliung Porakporandakan Desa Titab

Foto-Foto Balieditor.com-ngrs: Puting Beliung porakporanda Desa Titab, Kecamatan Busungbiu, Buleleng

BALIEDITOR.COM – Bencana hebat mulai melanda Bali Utara. Seperti Jumat (16/11/2018) siang 14.30 wita hujan lebat yang disertai angin kencang, memporakporandakan wilayah Kecamatan Busungbiu, Buleleng, Bali.

Wilayah terparah yang dihantam angin kencang alias putting beliung adalahDesa Titab. Ada beberapa bangunan di desa tersebut yang mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang (puting beliung, red).

Banyak pohon juga tumbang menutupi jalan raya (badan jalan). Kerugian ditafsir mencapai ratusan juta rupiah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng masih mengumpulkan data total kerusakan yang terjadi.

Berdasarkan informasi di lapangan menyebutkan, kerusakan yang terjadi akibat hujan lebat disertai angin kencang ini menimpa bangunan bale sekepat atau bale bengong milik Nengah Sedana warga Banjar Dinas Angsana Sari. Bangunan bale bengong itu roboh dengan total kerugian mencapai Rp100 juta.

Kemudian bangunan dapur dan kamar mandi milik keluarga Jro Ketut Gandra warga Banjar Dinas Bale Dana, Desa Titab, juga rusak dengan total kerugian ditafsir mencapai Rp 20 juta.

Bukan hanya itu senderan bahu jalan di depan Pura Titab juga terjadi longsor kurang lebih mencapai 10 meter dengan ketinggian 5 meter. Lalu, sejumlah pohon tumbang dengan titik kejadian di sekitar Pura Dalem Desa Titab, dan beberapa akses jalan setapak sempat tertutup akibat adanya pohon tumbang. Dari laporan sementara diterima, akibat bencana ini tidak ada korban jiwa.

Camat Busungbiu, Made Supartawan, “Ya memang benar. Sekarang kami dari pihak pemerintah kecamatan Busungbiu masih melakukan pendataan berkoordinasi dengan BPBD Buleleng,” kata Supartawan, Jumat (16/11) sore.

Untuk sementara, sambung Supartawan, penanganan pasca bencana angin kencang ini dilakukan dengan cara gotong royong oleh warga setempat dan akses jalan saat ini sudah lancar. “Kami sudah laporkan ke BPBD Buleleng untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” jelas Supartawan.

Sementara dikonfirmasi terpisah Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Ida Bagus Suadnyana menjelaskan, saat ini BPBD Buleleng masih melakukan upaya koordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait termasuk SAR, menyikapi bencana puting beliung yang terjadi di Desa Titab.

“Staf BPBD saat ini masih sedang melakukan assesment untuk mengetahui dampak kerusakan dan jumlah korban,” pungkas Ida Bagus Suadnyana. (ngr/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *