Berlanjut, Kasus Uang Palsu BRI Unit Seririt

Foto Balieditor.com-cha: Kantor BRI Unit Seririt

BALIEDITOR.COM – Kasus uang palsu yang dilaporkan salah seorang nasabah Bank BRI Unit Seririt, terus berlanjut. Polisi terus didalami polisi.

Hanya saja, belum ada perkembangan signifikan terkait penyelidikan kasus teresebut.

Bahkan Polsek Seririt hingga hari ini belum merilis informasi terbaru berkaitan dengan kasus yang merugikan seorang sulinggih itu.

Seperti diberitakan sebelumnya,di
salah seorang nasabah Bank BRI Unit Seririt, Buleleng, Bali, mendapatkan upal yang terselip dibendel pecahan Rp 100 ribu-an, saat mencairkan uang sebesar Rp 50 juta. Tak hanya satu, namun upal tersebut berjumlah puluhan. Ia pun komplain kepada teller bank yang melayaninya saat itu. Karena masih dalam areal bank, komplainnya diterima dan upal itu diganti dengan pecahan yang aseli.

Hanya saja,masalah kemudian muncul setiba di rumah. Ia kembali memeriksa keaslian lembaran uang yang diterimanya. Hasilnya, ditemukan kembali pecahan Rp 100 ribu-an dengan jumlah yang tak sedikit. Ia pun kembali ke bank bermaksud menukar dengan pecahan uang asli. Namun pihak menolak karena dianggap sebelumnya telah keluar dari areal bank. Atas penolakan itu,nasabah tersebut lebih memilih melaporkan kasus itu kepada polisi.

Kapolres Buleleng AKBP Suratno saat dikonfirmasi, Kamis (11/7) terkait perkembangan kasus itu, membenarkan. Dan kasus upal itu sedang ditangani oleh unit Reskrim Polsek Seririt. “Ditangani oleh Polsek Seririt,”jawab Kapolres AKBP Suratno.

Menurut keterangan Kapolsek Seririt, Kompol I Wayan Suka sebelumnya menyebut nasabah BRI Unit Seririt, Senin (8/7/2019) melapor atas kerugian yang didapatnya setelah melakukan transaksi pencairan uang di bank. Kerugian itu, kata Kompol Suka, saat mencairkan uang di bank terdapat puluhan upal yang terselip diantara tumpukan uang sebanyak Rp 50 juta yang ia terima dari teller BRI Unit Seririt.

Sementara itu,Kepala Bank BRI Unit Seririt,Dodo Pontjo S tidak menampik adanya kasus itu.Bahkan membenarkan kasus dugaan upal tersebut terjadi di bank yang ia pimpin.Hanya saja,Dodo mengaku tidak punya kewenangan untuk memberikan keterangan lebih jauh mengingat kasus itu sudah diambalih kantor cabangnya.(cha/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *