Bimtek Penyusunan Renstra: Renstra dan Renja Harus Terkoneksi Terus dengan RPJMD

Foto Humas Pemkab Buleleng for Balieditor.com: Upacara Pembukaan Bimtek

Foto Humas Pemkab Buleleng for Balieditor.com: Upacara Pembukaan Bimtek

BALIEDITOR.COM – Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Kerja (Renja) merupakan penjabaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Ketika ada dinamika atau perubahan dalam renstra maupun renja, perubahan tersebut harus tetap terkoneksi dengan RPJMD. Hal tersebut dikarenakan unsur dari Renstra maupun Renja adalah RPJMD sebagai perencanaan awal sehingga harus tetap terkoneksi satu sama lain.

Pernyataan tersebut diungkapkan perwakilan narasumber dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), Dr. H. Suwarli, M.Si saat ditemui di sela-sela memberikan bimbingan teknis (bimtek) kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Buleleng yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) di Hotel Aneka Lovina, Senin (20/2/2017).

Menurut Suwarli, dengan Bimtek ini, dirinya menginginkan adanya pemahaman tentang apa yang disusun pada bab-bab RPJMD yang integral dengan penyusunan renstra. Dengan begitu, ditekankan adanya integrasi renstra dengan supporting data yang ada di masing-masing OPD.

Keserasian antara program dan kegiatan yang ada di SKPD juga menjadi titik berat bimtek ini. Program-program yang ada benar-benar sesuai denga outcome yang diharapkan di RPJMD. “Kedua hal tersebut menajdi pokok diskusi dan pengarahan dalam bimtek kali ini,” ujarnya.

Disinggung mengenai kebijakan yang sering berubah sehingga menyebabkan terjadinya dinamika perubahan pada renstra dan renja, pria yang juga Widyaiswara Madya pada BPSDM Kemendagri ini mengungkapkan dinamika tersebut wajar adanya. Ketika pada perencanaan awal, hal tersebut bukan merupakan sesuatu yang baku atau pasti. Pastinya ada dinamika perubahan-perubahan yang terjadi sesuai dengan kebijakan pimpinan daerah tersebut.

“Hal tersebut merupakan hal yang lumrah. Dikarenakan karena kebijakan-kebijakan yang dinamis. Selain itu dokumen-dokumen ini juga berubah secara dinamis,” ungkap Suwarli.

Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan Setkab Buleleng, Made Arya Sukerta, SH.,MH yang mewakili Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST menjelaskan Bimtek ini sangat penting. Dirinya mengatakan sangat penting karena pengetahuan dalam pengisian renstra harus dipahami betul. Penyusunan renstra ini merupakan tahapan perencanaan. Jika gagal dalam perencanaan, maka semua akan gagal. Hal-hal yang sulit akan ditemukan jika gagal dalam perencanaan.

“Bimtek ini sangat perlu karena mereka harus mengisi renstra dan renja secara rinci dan detail,” pungkasnya.

Bimtek ini diikuti oleh perwakilan dari seluruh OPD yang ada di lingkup Pemkab Buleleng. Dalam Bimtek ini dihadirkan tiga narasumber dari Kemendagri yaitu Dr. H. Suwarli, M.Si, Wisnu Hidayat, SE.,M.Si, dan Ir. Admiral, M.M. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *