BKSDA Kembali Evakuasi Lumba-Lumba Milik Hotel Melka Lovina

Foto Balieditor.com-cha: Petugas BKSDA evakuasi lumba-lumba di Horel Melka Lovina

BALIEDITOR.COM – Dua lumba-lumba yang selama ini menghuni kolam Hotel Melka,Lovina,Kalibukbuk,Buleleng, Bali, Selasa (8/10/2019) sekitar pukul 07.00 wita, dievakuasi oleh Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bali.

Proses evakuasi mamalia laut itu merupakan lanjutan  proses yang sama sebelumnya setelah Hotel Melka selaku pemegang izin masih menghadapi persoalan internal. Untuk sementara, rencananya, dua lumba-lumba tersebut akan menghuni tempat sementara di Teluk Banyuwedang,kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB).

Hasil pemantauan Balieditor,com menyebutkan, sejak pagi puluhan petugas dari BKSDA Bali bersama relawan dari  Jakarta Animal Aid Network (JAAN) dan Pusat Penyelamat Satwa (PPS) Bali, dengan cukup berhati-hati mulai melakukan proses evekuasi. Langkah hati-hati diambil mengingat mamalia laut itu rentan stress terlebih akan menempuh perjalanan panjang selama dua jam menuju Teluk Banyuwedang, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak.

Satu persatu mamalia laut itu dipindah dan dimasukkan ke truk pengangkut dibantu sejumlah relawan asing dari JAAN dengan menggunakan peralatan standar yang telah disiapkan. Ada dua buah bak penampung berisi air berada diatas truk yang menjadi tempat lumba-lumba selama perjalanan sebelum ditempatkan di kolam sementar di Teluk Banyuwedang.

Penyidik BKSDS Bali, Sumarsono mengatakan, evakuasi terhadap lumba-lumba di Hotel Melka merupakan lanjutan dari evakuasi sebelumnya dan akan dibawa ke tempat penampungan di Banyuwedang.Kondisi kesehatan dua lumba-lumba tersebut dalam keadaan stabil sehingga tim yang diminta untuk membantu melakukan evakuasi mengambil putusan evakuasi. ”Kondisinya sehat namun kami tetap hati-hati terlebih salah satu dari lumba-lumba itu ada yang buta dan berusia diatas 20 tahun,” terangnya

Lebih lanjut dikatakan,pemindahan satwa lumba-lumba dari Hotel Melka bukan penyitaan.Hanya saja perintah pengadilan agar satwa dipindah sementara hingga persoalan internal Melka  selesai dan Melka sendiri memiliki tempat yang layak untuk tempat lumb-lumba. ”Yang jelas lumba-lumba bukan disita namun dipindah sementara dibantu para mitra,” imbuhnya.   

Sebelumnya BKSDA Bali, Agustus lalu juga melakukan evakuasi sebanyak 23 jenis satwa yang dilindungi dari hotel Melka dan dibawa Taman Safari, Gianyar. Termasuk diantara lumba-lumba dilakukan evakuasi pasca adanya kematian lumba-lumba di Hotel Melka. (cha/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *