Bobol Toko di Sekumpul, Pelajar SMKN 1 Sawan dibekuk Polisi

Foto Balieditor.com-ngr: Kapolsek Wisnaya (tengah) menggelar jumpa pers setelah pelajar yang membobol toko tertangkap

BALIEDITOR.COM – Gara-gara membobol toko di Desa Sekumpul, Kecamatan Sawan, Buleleng, Bali, seorang pelajar SMKN 1 Sawan bernama Ketut de J, 16, harus berurusan dengan polisi.

Pelajar kelas 1 SMKN 1 Sawan asal Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, itu dibekuk polisi karena melakukan aksi pencurian di toko milik Komang Sutrini, 38, di Banjar Dinas Desa, Desa Sekumpul, Minggu (10/2/2019) malam.

Namun aksi tidak terpuji Ketut de J itu terekam oleh CCTV yang dipasang korban di tokonya itu. Atas bantuan rekaman CCTV itulah, Polsek Sawan tidak kesulitan mengungkap aksi Ketut de J.

Dari tangan tersangka Ketut de J, polisi menyita sejumlah barang bukti (BB) seperti satu pasang sepatu, 1 baju kaos jenis sweater, 1 unit handphone, uang tunai Rp 100 ribu, dan sepeda motor supra DK 4389 VF yang digunakan oleh pelaku melancarkan aksinya. Ironisnya, tersangka mengkau sudah empat kali membobol toko tersebut secara beruntun.

Kapolsek Sawan, AKP Ketut Wisnaya menjelaskan, tersangka Ketut de J dibekuk berkat hasil rekaman CCTV yang ada pada toko tersebut. Dijelaskan Wisnaya, terungkapnya kasus ini bermula dari korban Sutrini pada Minggu (10/2) pukul 07.00 wita datang ke toko miliknya. Saat pintu dibuka, korban melihat laci tempat penyimpanan uang sudah terbuka.

Mengetahui kejadian itu, sambung Wisnaya, korban langsung memeriksa CCTV yang dipasang pada tokonya. Alhasil, dari rekaman CCTV itu akhirnya gerak gerik pelaku saat melancarkan aksinya terlihat. “Jadi karena sering kehilangan, korban memasang CCTV. Dari CCTV itu kelihatan aksi pelaku dan langsung kami amankan pelaku,” jelas Kapolsek Wisnaya.

Modus yang digunakan pelaku yakni, masuk kedalam toko melalui jendela belakang dan mengambil barang-barang berupa 1 bungkus rokok dan uang tunai sebesar Rp100 ribu. “Pelaku mengakui sebelumnya juga pernah melakukan di toko itu sebanyak 4 kali, dengan total kerugian Rp5 juta,” ungkap Kapolsek Wisnaya, didampingi Kasubag Humas, Iptu Gede Sumarjaya.

Kini sang pelajar maling itu mendekam di ruang tahananPolsek Sawan di Sangsit, dan dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman pidana paling lama 7 tahun penjara.

Mengingat pelaku masih di bawah umur, maka polisi akan mengambil upaya diversi, berkoordinasi dengan pihak Bapas. “Jadi bila ada kesepakatan antar pihak, maka upaya diversi tersebut bisa dilakukan. Kalau tidak ada maka proses hukum tetap jalan,” pungkas Kapolsek Wisnaya. (ngr/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *