Budaya: Peneliti Australia Ingin Teliti Kapal Perdagangan Budak yang Tengggelam di Perairan Pemuteran

Foto Balieditor.com-frs: Dua peneliti Australia diterima Kadisbud Tastra Wijaya

Foto Balieditor.com-frs: Dua peneliti Australia diterima Kadisbud Tastra Wijaya

BALIEDITOR.COM – Ternyata perhatian orang asing terhadap peninggalan barang-barang bersejarah di Buleleng cukup tinggi. Sebagai bukti, tim peneliti arkeologi Australia tertarik untuk meneliti kapal perdagangan budak yang tenggelam ratusan tahun lalu di perairan Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali.

Untuk memulai misi itu, Kamis (20/4/2017) siang dua anggota tim peneliti dar iNegeri Kanguru itu berkunjung ke Kantor Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Buleleng. Kedua peneliti itu masing-masing Melanie Raberts (Manager Indigerious Culture Collection, Museum Victoria, Melbourne) dan Geofre Granenburfre (arkeolog), Mereka diterima langsung Kadisbud Kabupaten Buleleng Drs Putu Tastra Wijaya, MM, di ruang kerja.

Baca Juga:  ISI Denpasar Siap Laksanakan Program Pengembangan Seni di Buleleng

Kepada Kadisbud Tastra Wijaya, kedua peneliti asal negara berpenduduk asli Aborigin itu menjelaskan bahwa mereka mendengar cerita bahwa di perairan Buleleng ratusan tahun lalu tenggelam sebuah kapal perdagangan. Karena di bangkai kapal itu ada tembaga maka itu mereka tertarik untuk melakukan penelitian. “Kami takut kalau tidak segera diteliti dan diambil gambarnya akan hilang bagian-bagian kapal itu,” jelas Geofre panjang lebar.

Para peneliti itu pun menanyakan mekanisme dan prosedur tim asing melakukan penelitian di negeri ini. Mereka pun menjelaskan rencana dan program khusus untuk meneliti kapal kayu pengangkutan pada budak dari Bali ke Batavia tersebut.

Dipaparkan Geofre bahwa tim peneliti kapal perdagangan budak itu bukan hanya dari Australia tetapi gabungan dari beberapa negara termasuk negeri pizza Italia. “Kami akan segera mengirim proposal kepada Anda (Kadisbud, red) yang isinya program kerja, tim peneliti,” jelasnya.

Baca Juga:  HUT Kota Singaraja: Sukses! 7.289 Penari Rejang Renteng Hebohkan Kota Singaraja.

Menurut rencanan, tim itu akan melakukan pertemuan di Tulamben, Karangasem, Bali, September 2017 mendatang untuk melakukan membahas secara mendetail dengan mendatangkan sejumlah ahli kawakan dari sejumlah negara. “Sekaligus melakukan survei ke perairan di Pulau Menjangan. Kalau ada waktu, kami undang Anda ke Tulamben,” ajaknya.

Geofre memapaskan bahwa penelitian sesungguhnya April 2018 mendatang setelah mendapat izin resmi dari pemerintah Indonesia.

Bagaimana komentar Kadisbud Tastra Wijaya? “Saya senang sekali dan mempersilkan mereka untuk melakukan survei awal,” jawab Tastra. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *