Bulan Kitab Suci Nasional: Romo Yan Ajak Umat Katolik Luangkan Waktu Baca Kitab Suci

Foto Dok Balieditor.com: Romo J Tanumiarja Nyoman, SVD, sedang memberi komuni kepada umat

Foto Dok Balieditor.com: Romo J Tanumiarja Nyoman, SVD, sedang memberi komuni kepada umat

BALIEDITOR.COM – Minggu (3/9/2017) merupakan Minggu Kitab Suci. Gereja-gereja Katolik hari ini merayakan Misa Kudus dengan tema yang berkaitan dengan Kitab Suci, karena minggu ini dikhususkan untuk menghormati Kita Suci.

Pada misa kudus perayaan Minggu Kitab Suci di Singaraja, Buleleng, Bali, terutama umat Katolik binaan Romo J Tanumiarja Nyoman, SVD, mengambil tema “Enyahlah Iblis”.

Romo Yan – sapaan akrab Romo J Tanumiarja Nyoman, SVD – menyatakan bahwa tema ini cukup keras namun ini sebagai peringatan bagi umat untuk berani melawan setan atau iblis yang diwujudkan dalam berbagai tindakan jahat. “Mari kita usir iblis dengan firman. Kalau bukan dengan firman, kita malah ditertawakan iblis,” ujar Romo Yan, yang merupakan putra asli Bali asal Tuka, Dalung, Badung itu dihadapan seratus lebih umatnya.

Baca Juga:  Kegiatan Pra Natal: Pendalaman Iman, “Hiduplah sebagai Orang-Orang Tertebus oleh Kristus”

Ia menjelaskan bahwa Minggu Kita Suci mengawali Bulan Kitab Sucina Nasional. Sesuai dengan kalender Gereja Katolik, Bulan September ditetapkan sebagai Bulan Kitab Suci Nasional.

Ia mengajak seluruh umat Katolik untuk meluangkan waktu membaca Kita Suci sehingga memiliki ketahanan iman yang kokoh untuk bisa mengusir setan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam mengisi Bulan Kita Suci Nasional ini, pengurus umat binaan Romo Yan telah membuat jadwal untuk menggelar acara pembinaan rohani berupa Pendalaman Kitab Suci selama Bulan Kitab Suci Nasional ini. Rabu depan digelar Pendalaman Kita Suci untuk wilayah Kota Singaraja dan sekitarnya di rumah keluarga Yohanes Olla di Desa Pemaron Singaraja.

Baca Juga:  FPLA Buleleng Gelar Gebyar Keagamaan

Sedangkan untuk umat yang berdomisili di wilayah barat Buleleng, kegiatan Pendalaman Kitab Suci digelar Kamis bertempat di rumah Keluarga Petrus Wetty di Gerokgak. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *