Buleleng Bangun Museum Sunda Kecil

Foto Balieditor.com-ngr: Kadisbud Tastra Wijaya

Foto Balieditor.com-ngr: Kadisbud Tastra Wijaya

BALIEDITOR.COM – Dinas Kebudayaan (Disbud) Buleleng, Bali, berkomitmen membangun kembali sejarah-sejarah yang dimiliki Kabupaten Buleleng.

Dahulu Kabupaten Buleleng memang dikenal sebagai Ibukota Sunda Kecil. Untuk mengenalkan sejarah itu, Disbud Buleleng membangun Museum Sunda Kecil, yang didalamnya menggambarkan kejayaan Kabupaten Buleleng.

Menurut rencana, museum itu akan dibuka pada bulan Mei 2018 mendatang.

Kepala Disbud Buleleng, Putu Tastra Wijaya mengatakan, Museum Sunda Kecil itu sebagai bentuk penghargaan kepada pahlawan nasional yang juga Gubernur Sunda Kecil yang pertama sekaligus yang terakhir, Mr. Gusti Ketut Pudja.

Museum itu, kata Tastra, sengaja dibangun di kawasan Eks. Pelabuhan Buleleng, karena kawasan itu ditetapkan sebagai kawasan haritage.

“Sekarang mencapai 30 persen, tinggal memasang AC dan perlengkapan lainnnya. Mudah-mudahan, bulan depan sudah mencapai 100 persen,” kata Tastra Wijaya, Minggu (14/1/2018).

Pembangunan Museum Sunda Kecil di bekas kantor Dinas Perkimta Buleleng yang merupakan bantuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI sebesar Rp 500 juta, menurut rencana akan resmi dibuka pada bulan Mei 2018 nanti.

“Rencana grand opening, itu bulan Mei berbarengan dengan PKB dan Expo, mudah-mudahan terlaksana,” jelas Tastra.

Dengan adanya Museum Sunda Kecil, maka kini Kabupaten Buleleng memiliki lokasi yang resprentatif untuk bisa menampung benda-benda bersejarah yang disimpan di museum Belanda.

Jika memungkinkan, sambung Tastra, ia akan berkoordinasi dengan museum-museum di Belanda untuk menarik kembali benda-benda bersejarah milik Buleleng, agar disimpan di museum sunda kecil. Jika nantinta tidak bisa, maka dengan terpaksa Disbud hanya akan membuat duplikat.

“Sekarang tempat sudah ada, benda milik kami yang ada di museum Belanda agar bisa dikembalikan, atau kami buat duplikat. Barang Mr. Pudja itu sudah diserahkan ke museum nasional Jakarta. Sekarang yang tersisa benda di rumahnya, itu ada penghargaan, foto, dan perlengkapan lain, itu akan diserahkan ke kami,” ungkap Tastra.

Tastra pun mengaku, tidak ingin kecewa dengan keberadaan museum sunda kecil ini. Ia pun akan menata museum ini, sehingga orang yang berkunjung di museum sunda kecil, mendapat gambaran tentang kondisi Buleleng. “Kami akan tata, seperti format museum di eropa. Untuk benda sejarah, kami sudah pikirkan betul termasuk narasi,” ucap Tastra.

Untuk diketahui, lokasi Museum Sunda Kecil merupakan sebuah gedung tua peninggalan zaman kolonial Belanda, yang ada di kawasan Eks-Pelabuhan Buleleng. Nantinya, museum tersebut akan menggambarkan kondisi yang berkaitan dengan Provinsi Sunda Kecil di masa lalu.

“Kami akan ceritakan disana, dari abad 18, hingga perang jagaraga, kejayaan Buleleng di masa perdagangan sebagai pelabuan dagang, baru masuk ke sunda kecil. Semua tergambar nanti,” pungkas Tastra Wijaya. (ngr/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *