Bunda PAUD Buleleng Dorong Pendidikan Karakter yang Berkualitas

Foto Humas Pemkab Buleleng for Balieditor.com: Bunda PAUD Ny Aries Suradnyana sedang berdialog d Radio Guntur

BALIEDITOR.COM – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan sebuah kebutuhan bagi anak-anak usia 0-6 tahun saat ini. Dalam PAUD, anak-anak yang termasuk dalam golden period (periode emas) itu lebih banyak memperoleh pendidikan karakter. Untuk itu perlu adannya pendidikan karakter yang berkualitas demi terwujudnya generasi yang cerdas sekaligus berkepribadian baik.

Hal itu disampaikan Bunda PAUD Kabupaten Buleleng Ny. Gusti Ayu Aries Sujati Suradnyana dalam program Dialog Pagi di Radio Guntur, Selasa (12/2/2019).

Menurutnya, anak-anak yang masuk dalam golden period tersebut memiliki daya tangkap yang sangat besar. Sehingga dengan demikian harus diberikan asupan prilaku hanya yang baik-baik saja.

“Mereka akan menyimpan itu (perilaku baik) dalam otaknya, sehingga nantinya mereka akan tumbuh menjadi anak yang baik juga. Sekaranglah saatnya kita memberikan pendidikan karakter melalui PAUD-PAUD yang ada di Kabupaten Buleleng,” ungkapnya seperti dilansir Humas Pemkab Buleleng.

Lebih lanjut istri Bupati Agus Suradnyana ini menerangkan bahwa selama ini pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk memasyarakatkan dan memaksimalkan PAUD di Buleleng. Salah satunya adalah dengan menjadikan PAUD atau TK yang selama ini dikelola oleh swasta melalui yayasan dialihkan statusnya menjadi negeri.

Dilihat dari angka Partisipasi Kasar (APK) saat ini sudah meningkat, sekarang angkanya sudah mencapai 75,09 persen dari yang sebelumnya di tahun 2012 berada pada angka 65 persen. Sehingga untuk melakukan pengalihan status menjadi negeri, Tim dari Bunda PAUD tentu akan melaksanakan pengkajian-pengkajian.

Kata dia, langkah awalnya yaitu dengan menyarankan kepada PAUD-PAUD yang di desa untuk menyerahkan asetnya kepada pemerintah. “Namun, perlu diketahui sampai saat ini telah ada 25 TK negeri dan 1 kecamatan yang belum berubah statusnya menjadi negeri yaitu kecamatan Sawan yang dikarenkan belum menyerahkan asetnya tersebut,” tambahnya.

Sementara itu ketika ditanya terkait metode pembelajaran yang diberikan, Ny. Aries menjelaskan bahwa untuk saat ini PAUD memiliki metode pembelajaran yang menekankan pada permainan, dan telah didukung dengan beberapa alat penunjang.

“Seperti halnya Alat Permainan Edukatif (APE), ada permainan puzzle, dan ada juga alat-alat yang dapat melatih motorik kasar anak-anak seperti ayunan, jungkat-jungkit dan lainnya,” pungkasnya. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *