Bupati Agus: “Buleleng Tidak Harus Terapkan One Village One Product”

Foto Humas Pemkab Buleleng for Balieditor.com: Bupati Agus memberikan pengarahan kepada 300 penyuluh pertanian Buleleng

BALIEDITOR.COM – Keluarnya Peraturan Gubernur (Pergub) Bali No.99 tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali, berjalan lurus dengan rencana Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Buleleng mengembangkan sektor pertanian.

Untuk mengimplementasikan hal tersebut, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengumpulkan 300 orang penyuluh pertanian dari seluruh Kabupaten Buleleng untuk diberikan pengarahan.

Humas Pemkab Buleleng melansir, kegiatan ini diselenggarakan di Ruang Rapat Kantor Dinas Pertanian, Jumat (12/4/2019).

Bupati Agus menganggap pengarahan ini sangat penting diberikan kepada penyuluh pertanian. Ini dikarenakan penyuluh pertanian memiliki tugas dan fungsi memberikan penyuluhan kepada petani melalui pendekatan kelompok tani agar pengetahuan, keterampilan maupun sikap petani menjadi lebih baik dalam mengelola usaha tani guna meningkatkan kesejahteraannya.

Bukan hanya itu, kata Bupati Agus, penyuluh pertanian juga diminta agar mampu mengetahui potensi dari daerah tersebut dan permasalahan yang dihadapi oleh petani.

Dengan kondisi geografis yang dimiliki Kabupaten Buleleng, berbagai macam tanaman bisa tumbuh dengan baik di Buleleng. Maka dari itu, pemetaan wilayah dan potensi-potensi yang ada harus dapat di rinci secara detail. Sehingga, tanaman di daerah tersebut bisa menghasilkan buah dengan kualitas yang baik.

Di hadapan ratusan penyuluh pertanian Bali Utara itu, Bupati Agus malah berbeda pandangan dengan Gubernur Bali Wayan Koster tentang pola atau program “One Village One Product”.

Bupati Agus mengatakan Buleleng tidak harus menerapkan “One Village, One Product” atau satu desa, satu produk. Bupati Agus berdalih bahwa topografi di dalam satu desa di Buleleng bervariasi.

Ia juga menjelaskan, pengarahan ini dilakukan untuk memberikan semangat kepada Dinas Pertanian agar lebih fokus lagi membuat terobosan-terobosan yang mampu mensejahterakan petani.

Selain itu, Bupati Agus mengatakan, ini juga salah satu upaya untuk meningkatkan hasil pertanian agar mampu terserap sesuai Pergub No.99 tahun 2018.

“Mulai sekarang saya harus mengambil ancang-ancang untuk meningkatkan produksinya, memperbaiki jenis tanamannya dan memetakan potensi yang sesuai dengan daerahnya, ini penting buat kita,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian Ir. I Made Sumiarta mengatakan, pertemuan ini merupakan gagasan langsung dari Bupati Agus untuk membahas program-program pertanian. Sumiarta menjelaskan, beberapa arahan yang disampaikan oleh Bupati Agus. Dia mengaku siap untuk melaksanakan arahan dari Bupati Agus tersebut.

“Tadi Bapak Bupati menekankan kami harus mampu memetakan potensi-potensi yang ada di desa-desa. Nanti kami akan melakukan pertemuan baik dengan petani dan petugas yang ada di lapangan,” pungkasnya. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *